
Kebumen Jadi Panggung Kreativitas dalam Acara Scoopy Velocreativity
Di sebuah sudut hangat Sejiwo Cafe & Resto, tali wol bersimpul, kayu berpola, dan suara motor Scoopy terdengar di parkiran. Akhir Agustus lalu, kota kecil ini tidak hanya menjadi tempat persinggahan roda-roda komunitas motor Honda Scoopy. Namun juga menjadi ruang tumbuh kreativitas dalam balutan gaya hidup yang lebih ekspresif.
Scoopy Velocreativity adalah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Astra Motor Yogyakarta untuk mempertemukan para pecinta Scoopy dengan dunia kreativitas lokal. Setelah menyambangi Yogyakarta, Magelang, Cilacap, dan Purwokerto, kini giliran Kebumen yang menjadi panggungnya. Sekitar 50 bikers dari Ikatan Motor Kebumen (IMK) hadir dalam acara tersebut.
Mereka tidak hanya berkumpul untuk riding beramai-ramai melewati rute ikonik seperti Tugu Lawet, Jalan Soekarno-Hatta, hingga Alun-Alun Pancasila. Yang mereka rayakan bukan hanya semangat kebersamaan, tetapi juga bagaimana sepeda motor Scoopy menjadi bagian dari gaya hidup yang produktif, kreatif, dan peduli.
Oleh karena itu, sesi workshop makrame menjadi sajian utama setelah riding. Di bawah panduan instruktur, para peserta diajak duduk melingkar, menggenggam tali wol, dan memintal simpul demi simpul di atas batang kayu. Dalam diam, mereka merangkai karya seni, hiasan dinding sederhana yang lahir dari simpul, kesabaran, dan keinginan untuk belajar sesuatu yang baru.
“Makrame bukan hanya soal kerajinan tangan. Ini tentang fokus, ketelitian, dan bagaimana kita bisa menyalurkan energi kreatif dengan cara yang menyenangkan,” ujar salah satu peserta yang baru pertama kali menjajal teknik simpul ini.
Kegiatan ini tak lepas dari komitmen Astra Motor untuk mengembangkan komunitas pengguna Honda Scoopy tidak hanya sebagai pengendara, tetapi juga sebagai pribadi yang produktif dan inspiratif. Oleh karena itu, edukasi safety riding tetap menjadi menu awal sebelum mereka menyalakan motor dan menikmati perjalanan di kota.
“Komunitas motor hari ini bukan lagi soal trek dan mesin saja, tapi juga ruang tumbuh. Kami ingin mereka juga mengenal seni, budaya, dan tetap terhubung dengan isu-isu keselamatan berkendara,” ungkap Julius Armando, Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta.
Ikatan Motor Kebumen (IMK) sendiri menjadi mitra lokal yang ikut mendorong inisiatif ini. Sebagai komunitas binaan resmi Polres Kebumen, mereka menjadi jembatan antara pengendara, dealer, dan masyarakat sekitar.
“Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut, dan makin banyak ruang kreatif dibuka bagi komunitas motor di Kebumen,” ujar Wahyu Eko Prasetyo, Sekretaris IMK.
Hari itu, Honda Scoopy bukan sekadar alat transportasi. Honda Scoopy hadir sebagai bagian dari ekspresi, simpul kebersamaan, dan kendaraan menuju ruang-ruang yang lebih penuh warna. Dari jalanan kota sampai simpul makrame, cerita ini tumbuh di pinggir kota, tapi memberi jejak yang kuat tentang bagaimana kendaraan, komunitas, dan kreativitas bisa berjalan berdampingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar