Norris Jadi Penggemar Saat Hadapi Hamilton dan Alonso - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 25 Agustus 2025

Norris Jadi Penggemar Saat Hadapi Hamilton dan Alonso

Featured Image

Lando Norris: Dari Pecinta Formula 1 Menjadi Pesaing Legenda

Lando Norris kini berada di puncak karier. Setelah finis sebagai runner-up dalam F1 2024, ia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pembalap terbaik di dunia. Mobil McLaren yang kini menjadi tolok ukur dalam kompetisi ini memberinya kesempatan untuk bersaing dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, dalam perburuan gelar juara 2025. Namun, meski telah berada di kelas utama selama tujuh musim, Norris masih merasa sulit untuk menerima fakta bahwa ia kini berlaga melawan idola masa kecilnya.

Dalam sebuah percakapan di siniar Quadcast, Norris mengungkapkan rasa kagumnya terhadap para legenda seperti Fernando Alonso, Lewis Hamilton, dan Jenson Button. "Menonton Formula 1, Fernando, Lewis... rasanya seperti 2007. Mereka semua tampil luar biasa, dan balapan terlihat seperti hal paling keren di dunia," katanya. Ia bahkan mengaku bangun pagi-pagi, sekitar pukul 03.00 atau 04.00, hanya untuk menyaksikan balapan mereka. Kini, ia sendiri berada di tempat yang sama.

Norris juga mengenang pengalamannya saat debut pada tahun 2019. Saat itu, ia sempat terkejut melihat nama-nama besar tersebut di lintasan. "Masih ada momen ketika saya berkata, 'Ya Tuhan, itu Fernando!'. Masalahnya, hal ini masih terjadi pada saya, meskipun tidak sebanyak dulu. Tapi saya masih berpikir, 'Wow, saya membalap dengan Fernando dan Lewis'."

Meski kini ia bertarung langsung dengan para legenda, Norris tetap merasa kagum. "Saya 100 persen masih mengagumi mereka. Meskipun ingin mengalahkan mereka, mereka adalah pesaing Anda, dan sering kali kita saling bersaing atau bahkan berbicara di ruang pendingin. Tapi saya tetap merasa, 'Wah, ini luar biasa. Saya membalap melawan Fernando dan Sebastian (Vettel), salah satu pembalap terbaik dalam sejarah. Dan saya tidak hanya membalap mereka, tapi juga berdiskusi dengan mereka."

Pembalap berusia 25 tahun ini mengakui bahwa ada saat-saat ketika ia merasa seperti hidup dalam mimpi. "Sering kali saya merasa seperti sedang duduk di sofa di rumah, menonton balapan. Tapi nyatanya, saya benar-benar berada di Formula 1, melawan para pembalap terbaik di dunia."

Meskipun telah mengoleksi sembilan kemenangan, 38 podium, dan 13 pole position dalam kariernya, Norris tidak pernah merasa puas. Ia masih merasa seperti anak muda dari McLaren Academy yang dulu mengidolakan Alonso di pit di Woking. Kini menjadi penantang gelar juara, Norris tetap menikmati setiap lap dengan perasaan berbagi lintasan dengan para pahlawannya.

Rekor Formula 1 yang Sulit Dipatahkan

Di tengah persaingan sengit antara pembalap-pembalap hebat, beberapa rekor dalam sejarah Formula 1 tampaknya akan sulit dipatahkan. Mulai dari jumlah kemenangan hingga prestasi dalam balapan, banyak rekor yang telah menjadi simbol kehebatan para legenda. Misalnya, rekor jumlah kemenangan yang dipegang oleh Lewis Hamilton atau jumlah podium yang dicatat oleh Michael Schumacher. Rekor-rekor ini menjadi bukti betapa sulitnya menciptakan sejarah baru dalam olahraga yang penuh tantangan ini.

Era Briatore Berakhir, Ralf Schumacher Sarankan Alpine Bekerja Sama dengan Horner

Selain persaingan antar pembalap, dunia Formula 1 juga penuh dengan dinamika internal tim. Era yang dipimpin oleh Flavio Briatore akhirnya berakhir, dan kini banyak spekulasi tentang perubahan strategi yang akan dilakukan oleh berbagai tim. Salah satu tokoh yang turut berkomentar adalah Ralf Schumacher, yang menyarankan agar Alpine bekerja sama dengan Christian Horner. Ini bisa menjadi langkah penting dalam membangun kembali kekuatan tim-tim yang ingin bersaing di papan atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here