
Kasus Pemerasan Terkait Pengurusan Sertifikat K3 di Kemenaker
Dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel mengungkapkan permintaan sepeda motor kepada bawahannya. Hal ini diketahui dari penjelasan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto.
Menurut Setyo Budiyanto, saat menjabat sebagai Wamenaker, Noel memperoleh sebuah motor setelah bertanya kepada Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker Irvian Bobby Mahendro (IBM). Bobby juga termasuk dalam daftar 11 tersangka yang terlibat dalam kasus ini.
Dalam perbincangan tersebut, Noel menanyakan kepada IBM tentang jenis motor yang cocok untuk dirinya. "Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya (IEG), cocoknya motor apa?" ujar Noel seperti yang ditirukan oleh Setyo Budiyanto saat konferensi pers di Jakarta.
Bobby kemudian membelikan Noel sepeda motor Ducati. Motor tersebut dikirim ke rumah Noel tanpa surat-surat, sehingga KPK menduga pembelian tersebut dilakukan dengan tujuan menyembunyikan transaksi. KPK menetapkan Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker.
Noel disebut menerima uang sebesar Rp 3 miliar serta satu kendaraan roda dua merek Ducati. Selanjutnya, KPK melakukan penahanan terhadap Immanuel Ebenezer dan 10 tersangka lainnya selama 20 hari pertama, yaitu mulai tanggal 22 Agustus hingga 10 September 2025 di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih.
Pada tanggal yang sama, Immanuel Ebenezer dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto. Berikut adalah identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:
- Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)
- Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
- Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025 Subhan (SB)
- Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025 Anitasari Kusumawati (AK)
- Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025 Fahrurozi (FRZ)
- Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)
- Sub-Koordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)
- Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)
- Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)
- Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)
- Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG)
Kasus ini menunjukkan adanya dugaan korupsi dan pemerasan yang melibatkan pejabat tinggi di Kemenaker. KPK terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka agar dapat memberikan keadilan bagi rakyat dan menjaga integritas institusi pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar