Harga Minyak Serai Wangi Melonjak, Permintaan Ketel Drum Meningkat - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 03 Agustus 2025

Harga Minyak Serai Wangi Melonjak, Permintaan Ketel Drum Meningkat

Harga Minyak Serai Wangi Melonjak, Permintaan Ketel Drum Meningkat

Permintaan Pembuatan Ketel Penyulingan Minyak Serai Wangi Meningkat di Gayo Lues

Di Kabupaten Gayo Lues, permintaan pembuatan ketel sebagai alat penyulingan minyak serai wangi mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak serai dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini memicu meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan penyulingan, sehingga berdampak pada bertambahnya pesanan ketel penyulingan di berbagai bengkel las di wilayah tersebut.

Harga minyak serai wangi saat ini di Gayo Lues berada di angka Rp 325.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga stabil di kisaran Rp 320.000 per kg. Kenaikan harga ini menjadi motivasi bagi para petani untuk kembali melakukan aktivitas penyulingan.

Salah satu pemilik bengkel las di Kutapanjang, Chalidin, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, jumlah pesanan atau pembuatan ketel drum meningkat secara drastis. Meskipun permintaan tinggi, ia menyatakan bahwa harga ketel tetap stabil. Sepasang ketel drum yang digunakan untuk penyulingan minyak serai wangi dijual dengan harga Rp 600.000 per pasang, termasuk drum atas dan drum bawah.

Proses Penyulingan dan Peran Ketel

Penyulingan serai wangi merupakan kegiatan penting bagi masyarakat Gayo Lues. Tanaman ini tidak hanya menjadi tanaman biasa, tetapi juga menjadi komoditas utama yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Minyak serai wangi diperoleh melalui proses penyulingan daun serai menggunakan alat tradisional yang disebut ketel.

Ketel biasanya dibuat dari bahan sederhana namun efektif, seperti drum bekas yang dirakit secara manual oleh pengrajin lokal. Alat ini dirancang khusus untuk menjalankan proses penyulingan daun serai wangi menjadi minyak atsiri. Proses ini dilakukan dengan cara mendidihkan air dan menguapkan minyak melalui uap panas yang dihasilkan dari daun serai.

Pengaruh Harga Minyak Serai Terhadap Masyarakat

Kenaikan harga minyak serai wangi tidak hanya memengaruhi permintaan ketel, tetapi juga memotivasi para petani untuk kembali aktif dalam kegiatan penyulingan. Dengan harga yang semakin tinggi, masyarakat lebih tertarik untuk memproduksi minyak sendiri, baik untuk dijual maupun digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.

Pemilik bengkel las menilai bahwa meskipun permintaan meningkat, hal ini belum berdampak pada kenaikan harga ketel. Ini menunjukkan bahwa produsen tetap menjaga stabilitas harga agar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Potensi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Kegiatan penyulingan minyak serai wangi memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain memberikan pendapatan tambahan bagi petani, kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja bagi pengrajin lokal. Proses produksi yang sederhana dan bahan baku yang mudah ditemukan membuat ketel menjadi alat yang ramah lingkungan dan hemat biaya.

Dengan perkembangan ini, diharapkan masyarakat Gayo Lues dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan akan minyak serai wangi, serta meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pemanfaatan potensi alam daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here