
Modus Pemerasan Mantan Wamenaker yang Terungkap
Kasus dugaan pemerasan terhadap sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang melibatkan mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer atau yang lebih dikenal dengan nama Noel, semakin mengungkapkan berbagai modus yang digunakan dalam kasus ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini telah mengungkap beberapa cara yang dilakukan oleh tersangka untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Permintaan Motor Moge yang Disampaikan Secara Santai
Salah satu modus yang terungkap adalah saat Noel meminta jatah motor gede (moge) kepada bawahannya. Dalam percakapan antara Noel dengan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3, Irvian Bobby Mahendro, yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini, terungkap bahwa Noel menyampaikan permintaan tersebut secara santai.
Menurut Ketua KPK, Setyo Budiyanto, Noel awalnya memuji hobi Irvian dalam berkendara motor besar. Dari situ, ia langsung bertanya kepada Irvian tentang jenis motor yang cocok baginya.
"Saat minta motor, IEG (Immanuel Ebenezer) ngomong ke IBM (Irvian Bobby Mahendro) 'saya tahu kamu main motor besar ya. Kalau untuk saya, cocoknya motor apa'," ujar Setyo menirukan ucapan Noel.
Realisasi Permintaan dengan Bantuan Bawahan
Irvian, yang disebut sebagai 'Sultan' karena dianggap memiliki banyak uang, langsung merealisasikan permintaan tersebut. Ia kemudian membeli dan mengirimkan sebuah motor Ducati ke rumah Noel. Motor tersebut kemudian disita oleh KPK sebagai barang bukti.
Ducati Scrambler Nightshift berwarna biru yang disita itu diperkirakan bernilai sekitar Rp199 juta. Namun, KPK menduga ada upaya untuk menyembunyikan kepemilikan motor mewah tersebut.
Pembelian Off The Road untuk Menyembunyikan Identitas
Setyo menyatakan bahwa motor tersebut dibeli dalam kondisi off the road atau tanpa surat-surat resmi seperti BPKB dan STNK. Hal ini dilakukan agar kepemilikan motor tidak terlacak. Fakta ini diperkuat dengan temuan bahwa pelat nomor B 4225 SUQ yang terpasang pada motor tersebut adalah palsu.
Motor tersebut dibeli sekitar bulan April, namun hingga kini belum diurus surat-suratnya. Hal ini diduga kuat untuk menutupi siapa sebenarnya pemilik motor tersebut.
Penyitaan dan Tersangka Lain
Tim penyidik KPK menyita moge tersebut dari kediaman anak Noel, sebelum akhirnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK sebagai barang bukti. Selain motor Ducati, Noel juga diduga menerima uang tunai sebesar Rp3 miliar pada Desember 2024, hanya dua bulan setelah dirinya dilantik.
Immanuel Ebenezer telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 10 orang lainnya dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3. Kasus ini menunjukkan bagaimana modus-modus yang digunakan oleh para tersangka untuk memperoleh keuntungan pribadi, baik melalui kendaraan mewah maupun uang tunai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar