Avtur dari Minyak Jelantah, Pertamina Jateng-DIY Uji Coba di Semarang - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 25 Agustus 2025

Avtur dari Minyak Jelantah, Pertamina Jateng-DIY Uji Coba di Semarang

Featured Image

Pengembangan Bahan Bakar Avtur Berbahan Baku Minyak Jelantah

PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah sedang gencar mengembangkan pengolahan bahan bakar Avtur yang menggunakan minyak jelantah atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Proses ini dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan fokus utama di Cilacap. Minyak jelantah yang digunakan sebagai bahan baku diperoleh dari berbagai sumber, terutama dari pelaku usaha kuliner.

Pengumpulan minyak jelantah saat ini masih dalam tahap uji coba. Salah satu titik pengumpulan yang aktif adalah SPBU Akpol Semarang. Dalam dua bulan terakhir, jumlah minyak jelantah yang terkumpul mencapai 932,8 liter dari 134 transaksi. Harga per liter minyak jelantah yang dikumpulkan berkisar antara Rp 5.500 hingga Rp 6.000, tergantung kapasitas tanki penampungan. Saat ini, kapasitas tanki di SPBU Akpol Semarang hanya 500 liter, sehingga Pertamina menambah tiga titik penampungan baru di Semarang.

Tiga lokasi tambahan penampungan minyak jelantah terletak di SPBU Srondol, SPBU Kedung Mundu, dan Pujasera Ahmad Yani. Penambahan titik ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung hingga 1.000 liter. Tahap uji coba ini dilakukan karena Pertamina masih mencari mekanisme penyaluran yang paling efektif.

Taufik Kurniawan, Area Manager Communications Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, menyatakan bahwa ke depan pengumpulan minyak jelantah tidak hanya dilakukan di SPBU, tetapi juga bisa dilakukan di lokasi lain yang dikelola oleh masyarakat. Tujuannya agar lebih mudah diakses sebelum akhirnya dikurasi oleh Pertamina untuk diolah menjadi Avtur di Cilacap.

Menurut Taufik, para pengumpul minyak jelantah di Semarang sebagian besar berasal dari pelaku usaha kuliner, bukan dari rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh volume minyak jelantah yang lebih besar dari aktivitas usaha makanan. Selain itu, Pertamina sedang mengkaji skema bundling pembelian minyak jelantah dengan Bright Gas. Dengan skema ini, ketika masyarakat membeli Bright Gas, mereka juga dapat melakukan transaksi pertukaran minyak jelantah. Contohnya, warga akan mendapatkan uang tunai setelah menjual minyak jelantah mereka.

Untuk area Yogyakarta, pengumpulan minyak jelantah belum sepenuhnya direalisasikan. Taufik menyatakan bahwa lokasi pengumpulan akan ditempatkan di titik-titik yang dekat dengan pusat kuliner dan kampus. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Pengolahan minyak jelantah menjadi Avtur telah dimulai sejak Juni tahun ini. Hasil olahan tersebut telah digunakan oleh maskapai seperti Pelita Air dan Garuda Indonesia. Pertamina Patra Niaga menyalurkan bahan bakar Avtur berbahan baku minyak jelantah sebagai bagian dari upaya mendukung target nol emisi karbon (net zero emission) pada tahun 2060.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra sebelumnya menyampaikan bahwa penerbangan perdana menggunakan bahan bakar Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) telah dilakukan oleh maskapai Pelita Air. Penerbangan ini dilakukan dengan rute Jakarta-Bali dan lepas landas dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, pada Rabu, 20 Agustus 2025. Ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengembangkan solusi energi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here