
Pentingnya Memperhatikan Kondisi Oli Motor
Oli menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam menjaga performa mesin sepeda motor. Jika kondisinya tidak optimal, maka mesin bisa kehilangan tenaga dan bahkan mengalami kerusakan yang lebih serius. Banyak pengendara cenderung terlambat mengganti oli karena kurang memahami tanda-tanda bahwa oli sudah tidak layak digunakan.
Menurut Purnomo, pemilik Tamaro Motor, ciri-ciri utama dari oli yang sudah tidak layak adalah perubahan warna menjadi hitam pekat dan terasa encer saat diperiksa. Selain itu, suara mesin juga terdengar lebih kasar dibanding biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa oli tidak lagi mampu melumasi komponen mesin dengan baik. Akibatnya, gesekan antar bagian mesin meningkat, sehingga mempercepat proses keausan.
Selain itu, jarak tempuh juga menjadi acuan penting dalam pergantian oli. Secara umum, oli motor sebaiknya diganti setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer, atau maksimal dua bulan sekali, tergantung pada frekuensi penggunaan. Jika motor digunakan harian di area yang sering macet, maka lebih baik tidak menunggu terlalu lama. Karena mesin lebih cepat panas, kualitas oli juga akan menurun lebih cepat.
Purnomo juga menyarankan untuk memperhatikan indikator lain seperti tarikan motor yang terasa berat, konsumsi bahan bakar yang semakin boros, serta munculnya bau tidak sedap dari area mesin. Semua gejala ini bisa menjadi tanda bahwa oli sudah tidak layak dan perlu segera diganti.
Jika pengendara mengabaikan tanda-tanda tersebut, maka risiko kerusakan mesin akan semakin besar. Dengan mengganti oli secara berkala, mesin tetap dalam kondisi yang baik dan dapat menghindari biaya perbaikan yang lebih mahal di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk selalu memperhatikan kondisi oli dan tidak menunda pergantian jika sudah ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar