
Bambang Trisulo, salah satu tokoh kunci dalam perkembangan industri otomotif Indonesia, telah meninggal dunia pada Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 18.47 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 76 tahun setelah sekian lama berkontribusi bagi kemajuan sektor otomotif nasional.
Lahir pada tahun 1949, Bambang adalah sosok yang dikenal luas oleh kalangan pelaku industri otomotif, baik dari sisi manufaktur maupun kebijakan. Lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1973 ini memulai karier awalnya sebagai insinyur. Namun, perjalanan profesinya tidak berhenti di situ. Ia secara bertahap menempati posisi strategis yang membawa pengaruh besar terhadap arah industri otomotif di Tanah Air.
Salah satu babak penting dalam kariernya adalah ketika ia menjadi Direktur Teknik PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Di sana, ia turut memperkuat fondasi produksi kendaraan bermotor di Indonesia. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra Nissan Diesel Indonesia. Tak hanya itu, Bambang juga sempat menduduki jabatan Komisaris di beberapa anak perusahaan Astra Group, seperti PT Astra Otoparts, PT Fuji Technica Indonesia, dan PT Gaya Motor.
Namun, kontribusi terbesar dan paling dikenang dari Bambang Trisulo adalah masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang berlangsung selama lebih dari satu dekade, dari tahun 1999 hingga 2011.
Peran Strategis dalam Gaikindo
Di bawah kepemimpinan Bambang Trisulo, Gaikindo berkembang menjadi organisasi yang sangat berpengaruh dalam merancang kebijakan serta mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Ia menjadi jembatan antara pemerintah dan para pelaku industri dalam menghadapi tantangan besar pasca krisis ekonomi 1998.
Pada masa-masa sulit tersebut, Bambang mampu menjaga koordinasi yang harmonis antara pemangku kepentingan sehingga industri otomotif tetap bisa berjalan, meski dengan keterbatasan. Ia tidak hanya fokus pada masalah teknis produksi, tetapi juga aktif memberikan masukan kepada pemerintah dalam penyusunan regulasi yang mendukung kelangsungan bisnis otomotif di dalam negeri.
Beberapa langkah kebijakan yang lahir saat ia menahkodai Gaikindo bahkan masih dirasakan dampaknya hingga saat ini. Termasuk peningkatan investasi asing di sektor otomotif, pengembangan rantai pasok lokal, serta dorongan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi produsen mobil dan motor di Indonesia.
Warisan yang Abadi
Selama lebih dari 40 tahun, Bambang Trisulo aktif dalam berbagai aspek pengembangan industri otomotif. Dedikasinya tidak hanya terlihat melalui jabatan-jabatan resmi yang dipegangnya, tetapi juga melalui komitmennya untuk membangun sinergi antara pemerintah, produsen, dan masyarakat umum.
Kepribadian yang rendah hati, namun tegas dalam menjaga prinsip, membuatnya dihormati oleh rekan-rekan sejawat maupun lawan bicara dari institusi pemerintah. Banyak pebisnis dan birokrat yang mengakui bahwa tanpa peran Bambang, mungkin industri otomotif Indonesia tidak akan mencapai level yang ada saat ini.
Dalam kenangan kolega dan mitra kerjanya, Bambang adalah figur yang visioner, teliti, dan tak pernah ragu untuk memberikan masukan berdasarkan data dan realitas lapangan. Ia bukan hanya sekadar administrator, tetapi juga inovator yang mampu membaca tren global dan memadukannya dengan kebutuhan domestik.
Duka dari Dunia Otomotif
Kabar meninggalnya Bambang Trisulo disambut dengan rasa duka yang mendalam oleh seluruh insan otomotif Indonesia. Berbagai pihak menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya, termasuk Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara yang mengonfirmasi kabar tersebut kepada media.
Sosok Bambang Trisulo akan terus dikenang sebagai salah satu fondator utama industri otomotif Indonesia. Jasa dan pemikirannya telah meletakkan dasar yang kuat bagi generasi mendatang untuk melanjutkan cita-cita membangun sektor otomotif yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Terlepas dari pencapaian yang telah diraih, semangat Bambang untuk terus memajukan bangsa melalui jalur industri akan menjadi warisan yang abadi. Selamat jalan, Pak Bambang. Terima kasih atas dedikasi dan sumbangsihmu yang luar biasa untuk kemajuan industri otomotif Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar