Bahaya Sering Menggunakan Semir Ban

Munculnya retakan pada dinding ban sering dikaitkan dengan penggunaan semir yang terlalu sering. Apakah benar hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada ban mobil?
Dalam dunia otomotif, salah satu masalah umum yang sering dialami oleh pemilik mobil adalah munculnya retakan pada ban. Retakan ini biasanya muncul di bagian dinding ban atau tyre shoulder. Banyak orang menganggap bahwa penyebab utama dari munculnya retakan tersebut adalah karena seringnya menggunakan semir ban. Namun, apakah benar demikian?

Menurut Billy Cahyadi, Product and Training Manager PT Hankook Tire Sales Indonesia, retaknya ban umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain adalah usia ban, paparan sinar matahari berlebih, tekanan angin yang tidak sesuai, atau kondisi jalan yang ekstrem.
Namun, Billy menambahkan bahwa penggunaan semir juga bisa berdampak pada kualitas ban, tergantung jenis produk yang digunakan. "Semir berbahan kimia pelarut (solvent-based) dapat membuat karet lebih cepat kering. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu retakan pada ban mobil," jelas Billy.

Selain itu, Billy menjelaskan bahwa semir berbahan dasar silikon memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mempercepat proses pengeringan karet. Hal ini terutama terjadi ketika ban terpapar sinar matahari secara langsung. Akibatnya, fleksibilitas ban akan berkurang dan rentan mengalami retakan.
Untuk menghindari hal tersebut, Billy menyarankan para pemilik mobil untuk lebih selektif dalam memilih jenis semir yang digunakan. "Lebih baik memilih semir berbahan dasar air (water based). Meskipun harganya lebih mahal, semir ini lebih aman dan tidak merusak karet ban," ujarnya.

Contoh dari semir berbahan dasar air yang tersedia di pasaran antara lain Meguiar's Hyper Dressing 946 ml yang dijual dengan harga sekitar Rp 680 - 720 ribu per botol. Selain itu, Chemical Guys Tire Kicker Extra Shiny Tire Shine 473 ml juga menjadi pilihan populer dengan harga sekitar Rp 225 - 250 ribu per botol.
Billy menyarankan agar penggunaan semir ban tidak dilakukan terlalu sering. "Maksimal sekali sebulan saja sudah cukup," kata Billy. Ia juga menekankan pentingnya mengaplikasikan semir secara tipis dan hindari mengenai tapak ban.
"Bahkan, cukup dicuci dengan air sabun, ban sudah terlihat bersih dan aman tanpa tambahan semir," tutup Billy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar