Insentif Mobil Listrik Berakhir 2025, VinFast Hadirkan CKD EV di Subang - Detektif Otomotif

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 03 Oktober 2025

Insentif Mobil Listrik Berakhir 2025, VinFast Hadirkan CKD EV di Subang

Strategi Jangka Panjang VinFast di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah memutuskan bahwa insentif untuk kendaraan listrik tidak akan diperpanjang setelah 31 Desember 2025. Meski begitu, produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, tetap optimis dengan strategi yang mereka siapkan. CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang melalui pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat.

Menurutnya, sejak awal VinFast menyadari bahwa stimulus fiskal ini hanya bersifat sementara. "Sejak produk pertama kami masuk ke Indonesia, perhitungan bisnisnya sudah memperhitungkan masa berlaku insentif. Jadi saat fasilitas itu berakhir, kami siap beralih ke produksi CKD di Subang," ujarnya di Hanoi, Vietnam, pekan lalu.

Pabrik di Subang Bakal Produksi VinFast VF3

Pabrik VinFast yang berdiri di atas lahan seluas 170 hektare tersebut direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2025 dengan kapasitas awal puluhan ribu unit. Salah satu model yang telah dipastikan akan diproduksi adalah VinFast VF3. Mini-SUV listrik ini dijual dengan harga mulai dari Rp192 juta. VF3 juga hadir dengan baterai 18,34 kWh, jarak tempuh hingga 210 km sekali isi, dan motor listrik bertenaga 43,5 hp.

Bagi konsumen, strategi CKD membawa keuntungan nyata. Produksi lokal memungkinkan harga lebih terjangkau meski insentif dicabut. Selain itu, keberadaan pabrik akan memperkuat layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, hingga garansi kualitas yang lebih terjamin. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mobil listrik.

Meskipun fokus pada Completely Knocked Down (CKD), VinFast tidak menutup kemungkinan masih mendatangkan sebagian model dalam bentuk Completely Built-Up (CBU). "Mungkin ada beberapa unit yang tetap CBU, tetapi porsinya kecil dan sudah masuk dalam perencanaan bisnis," kata Kerry.

Serap Pekerja Lokal

Di sisi lain, VinFast tidak hanya menyiapkan produksi mobil. Mereka juga berencana memperluas jaringan stasiun pengisian cepat (DC fast charging) di kota-kota besar. Saat ini, model-model seperti VF e34 dan VF 7 telah mendukung pengisian cepat, dengan kemampuan isi ulang dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam 30 menit. Infrastruktur ini akan menjadi bagian penting dari ekosistem EV yang ditawarkan VinFast.

Strategi VinFast membangun pabrik ini dipandang lebih berkelanjutan karena sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. VinFast menargetkan pabrik Subang dapat menyerap sekitar 1.000 pekerja tahap awal, dengan pelatihan intensif agar SDM Indonesia mampu bersaing dalam industri kendaraan listrik global. Selain itu, produksi lokal diyakini akan menekan harga jual sehingga konsumen bisa mendapatkan mobil listrik dengan banderol lebih terjangkau.

Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran pasar soal naiknya harga pasca-insentif dihentikan.

VinFast Percaya Diri Bisa Bersaing Tanpa “Tongkat” Insentif

VinFast juga menyelaraskan rencana bisnisnya dengan kebijakan pemerintah yang mendorong transfer teknologi dan peningkatan kandungan lokal. Kehadiran pabrik di Subang akan memudahkan pasokan suku cadang, layanan purnajual, serta menjamin keberlanjutan produk di Indonesia.

Kehadiran VinFast di Subang diyakini oleh Kerry dapat menjawab tantangan tersebut, sekaligus menambah investasi di sektor strategis. Optimisme ini membuat VinFast percaya diri bisa bersaing tanpa “tongkat” insentif.

“Kami tidak hanya menjual mobil, tapi membangun ekosistem lengkap agar konsumen Indonesia semakin yakin beralih ke kendaraan listrik,” tutur Kerry. Dengan skenario ini, VinFast bukan sekadar menyesuaikan diri dengan kebijakan baru, tapi juga memantapkan ambisi menjadi pemain utama di segmen kendaraan listrik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here