
Kemenangan di LMGT3: Taktik dan Keberuntungan Berperan
Balapan di kelas LMGT3 dalam ajang FIA WEC (Kejuaraan Dunia Ketahanan) di Circuit of The Americas (COTA) tidak hanya menjadi pertarungan ketangguhan para pembalap, tetapi juga menguji strategi tim serta keberuntungan. Meski tim AF Corse 54 finis lebih dulu, mereka harus menerima penalti lima detik karena pelanggaran di Tikungan 11, sehingga trofi akhirnya jatuh kepada United Autosports 95.
Balapan dengan Cuaca Sulit
Perjalanan balapan di COTA terganggu oleh hujan yang cukup deras. Hal ini memaksa Race Director WEC, Eduardo Freitas, untuk meningkatkan status red flag dan menghentikan balapan sejenak. Dalam situasi seperti ini, banyak pembalap memilih masuk pit untuk mengganti ban atau menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi trek.
Darren Leung, yang sedang mengemudikan McLaren 720S GT Evo, berada di posisi pertama dari P3 setelah dua pembalap di depannya memilih masuk pit saat Safety Car. Strategi menghemat bahan bakar sangat penting bagi rekan setimnya, Sean Gelael dan Marino Sato, agar bisa mempertahankan posisi di zona podium.
Kesulitan dan Tantangan
Marino Sato menghadapi tantangan besar karena kondisi trek basah yang menyebabkan beberapa insiden. Ia terus bergerak antara posisi P2 dan P3, bahkan sempat mundur ke urutan keenam setelah mencoba ganti ban kering. Namun, momen emas tiba ketika ia berhasil naik ke posisi kedua.
"Saya meminta ke tim dan berdiskusi lama di radio. Bahkan rasanya lebih terasa lama bicara di radio ketimbang mengemudi. Pakai ban kering akan pelan di awal, namun nantinya akan cepat menjelang finis," ujar Sato.
Penalti dan Perubahan Posisi
Setelah balapan kembali dimulai, penalti lima detik yang diberikan kepada mobil Ferrari milik AF Corse 54 membuat perbedaan signifikan. Sebelumnya, selisih antara Rigon dan Sato hanya 2,3 detik, tetapi setelah penalti, Sato berhasil unggul dan dianggap sebagai pemenang resmi.
Rigon dan AF Corse 54 akhirnya finis di P3, kalah dari Team WRT 46. Kemenangan ini memberi rasa bangga bagi United Autosports 95, terutama bagi Sean Gelael yang merasa senang mendapatkan podium pertama musim ini.
Ucapan Terima Kasih dan Prestasi
Sean Gelael mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah bekerja keras dan tim yang mempersiapkan mobil dengan baik. Ia menilai bahwa semua pihak memiliki peran besar dalam kemenangan ini.
"Darren di awal sangat bagus, dia memastikan mobil aman di P1. Marino melakukan apa pun yang dia bisa di tengah kondisi sulit dan membawa mobil hingga finis. Ini adalah bukti dari hasil kerja kami selama ini, seberapa berat pun pekerjaan itu," kata Sean.
Ini merupakan kemenangan kelima Sean Gelael di WEC dan yang kedua di kelas LMGT3. Pada 2022, ia menang tiga kali di Spa-Francorchamps, Fuji, dan Bahrain di kelas LMP2. Pada 2024, pilot 28 tahun ini kembali menang di Imola.
Tanggapan Pembalap dan Tim
Darren Leung juga menyampaikan apresiasinya terhadap strategi yang digunakan oleh tim. "Saya sepertinya tak banyak bertarung, hanya menjaga mobil tetap di posisi bagus saat Safety Car. Tapi strategi tiap tim berbeda dan harus diakui kami memiliki taktik yang tepat. Terima kasih untuk tim, juga Sean dan Marino. Ini kemenangan kita semua," ujarnya.
Dengan kombinasi taktik yang tepat, keberanian dalam mengambil risiko, dan sedikit keberuntungan, United Autosports 95 berhasil meraih kemenangan di balapan yang penuh tantangan. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa persiapan matang dan kepercayaan antar sesama anggota tim sangat penting dalam kompetisi balap internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar