
Antrean Panjang Kendaraan di Borong Akibat Kelangkaan BBM
Di Labuan Bajo, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) telah memicu antrean panjang yang terjadi sejak pagi hingga sore hari. Kejadian ini berlangsung di sepanjang jalan Trans Flores, khususnya di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengendara mobil dan motor harus menunggu dalam antrian selama beberapa jam hanya untuk mendapatkan kesempatan mengisi BBM di SPBU Watu Ipu Borong.
Nobos, salah seorang sopir setempat, mengungkapkan bahwa antrean dimulai dari pagi hari dan berlangsung hingga pukul 16.00 WITA. Ia menjelaskan bahwa kendaraan roda empat terlihat mengular di sepanjang jalan depan SPBU Watu Ipu Borong. Menurut Nobos, suasana semakin ramai saat mobil tangki Pertamina tiba pada pukul 16.00 WITA.
“Saat melihat mobil tangki tadi, semua pengendara langsung bersemangat. Bayangkan saja, mereka menunggu sejak pagi hari. Kebahagiaan terasa begitu mobil tangki datang,” ujarnya.
Meskipun mobil tangki Pertamina sudah tiba, masyarakat tetap khawatir akan kecukupan pasokan BBM untuk seluruh antrean. Nobos menambahkan bahwa sebelumnya banyak kendaraan yang tidak bisa mendapatkan BBM meskipun sudah antre dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan kekecewaan di kalangan warga setempat.
Upaya Pertamina dalam Mengatasi Kelangkaan BBM
Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengaku telah melakukan langkah mitigasi dengan mengalihkan suplai BBM. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pasokan BBM yang awalnya berasal dari Fuel Terminal Reo kini diperkuat dengan alih suplai dari Fuel Terminal Maumere.
“Sebagai bagian dari mitigasi lanjutan, Pertamina telah melaksanakan permintaan percepatan dari kapal pengangkut BBM melalui Fuel Terminal Reo. Kapal akan sandar dan membawa BBM jenis Biosolar dan Pertadex,” jelas Ahad dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Fuel Terminal Reo untuk memprioritaskan pengiriman BBM ke SPBU-SPBU di wilayah Manggarai Timur. Ahad menekankan bahwa perusahaan telah berterima kasih atas pengertian masyarakat terhadap kendala cuaca yang memengaruhi mobilisasi kapal.
“Kami berharap dengan percepatan suplai, distribusi BBM dapat segera kembali normal,” tambahnya.
Penanganan Berkelanjutan dan Harapan Masyarakat
Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan pasokan BBM mencukupi kebutuhan masyarakat. Dengan koordinasi yang lebih baik dan percepatan pengiriman BBM, harapan besar diarahkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Meskipun ada tantangan, masyarakat diharapkan tetap bersabar dan percaya pada upaya yang dilakukan oleh pihak terkait.
Selain itu, Pertamina juga berencana untuk meningkatkan komunikasi dengan masyarakat guna memberikan informasi terkini tentang kondisi BBM dan rencana distribusi. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami situasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi ketidakpastian pasokan BBM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar