Peluang Menguntungkan Bisnis Otomotif Astra (ASII) di Tengah Suku Bunga Rendah - Detektif Otomotif

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 23 September 2025

Peluang Menguntungkan Bisnis Otomotif Astra (ASII) di Tengah Suku Bunga Rendah

Featured Image

Kinerja Lesu di Sektor Otomotif, Tapi Ada Peluang Penguatan

PT Astra International Tbk. (ASII), salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak dalam berbagai sektor bisnis, mengalami kinerja yang lesu pada segmen usaha otomotifnya pada semester pertama tahun 2025. Meski begitu, ada peluang penguatan yang bisa dimanfaatkan, terutama dengan adanya penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan ASII, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp15,51 triliun pada semester I/2025. Angka ini turun sebesar 2,15% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp15,85 triliun. Salah satu faktor utama penurunan ini adalah pasar otomotif yang sedang lesu. Segmen usaha otomotif, yang menjadi kontributor terbesar bagi laba ASII, menurun sebesar 8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp5,3 triliun.

Penjualan mobil nasional juga mengalami penurunan sebesar 9% menjadi 375.000 unit pada semester pertama 2025. Pangsa pasar Astra turun dari 57% menjadi 54%. Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional turun 2% menjadi 3,1 juta unit. Namun, Astra tetap optimis dan akan terus menggenjot bisnis otomotifnya melalui strategi yang beragam.

Mariam Sanad, Senior Analyst Corporate Investor Relations Astra International, menjelaskan bahwa perusahaan terus meluncurkan produk baru dengan modal yang lebih besar, serta menawarkan paket-paket menarik dan layanan purna jual yang unggul. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk-produk Astra.

Dari sisi kendaraan roda dua, terdapat dorongan dari faktor seperti peningkatan sales mix dan perbaikan pasar ekspor. Selain itu, Astra juga aktif dalam pengembangan produk kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menyatakan bahwa ASII berupaya meluncurkan mobil listrik yang bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Proses perencanaan teknis membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun Astra terus bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mewujudkan hal tersebut.

Pada tahun ini, Astra berencana meluncurkan mobil listrik BEV baru. Untuk model hybrid, hingga saat ini telah meluncurkan 15 model. Rasio pangsa pasar untuk mobil hybrid Astra mencapai 60%.

Di sisi lain, ASII mendapatkan peluang penguatan kinerja bisnis otomotifnya seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada bulan lalu. Penurunan suku bunga ini memberikan manfaat berupa penurunan biaya pinjaman, yang berpotensi meningkatkan permintaan kredit dan mendorong penjualan produk otomotif.

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, penurunan suku bunga acuan merupakan momentum yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dampaknya akan dirasakan oleh sektor otomotif, termasuk ASII.

Christine Nathania, Analis Sinarmas Sekuritas, menilai bahwa ASII saat ini menghadapi tantangan dari pelemahan industri otomotif di Tanah Air. Pelemahan ini mencerminkan tekanan struktural yang lebih besar bagi Astra. Selain itu, merek otomotif Astra menghadapi tekanan dari produsen mobil China yang penjualannya melonjak.

Tim Riset JP Morgan memberikan pandangan positif terhadap saham ASII, didorong oleh potensi peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham setelah pengumuman Astra tentang tinjauan strategis setelah pendapatan kuartal kedua 2025. JP Morgan juga menilai bahwa Astra akan meningkatkan praktik alokasi modalnya, yang pada akhirnya akan menghasilkan rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi.

Meskipun investor antusias dengan prospek alokasi modal dan imbal hasil yang lebih baik di ASII, prospek jangka pendek hingga menengah bisnis inti Astra, termasuk otomotif, masih membayangi optimisme investor. Namun, JP Morgan menegaskan bahwa lingkungan penjualan 4W yang lemah akan berdampak minimal terhadap bisnis Astra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here