
Pembicaraan Hangat antara Bagnaia dan Marquez Jelang MotoGP San Marino 2025
Dua pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez, terlibat dalam percakapan yang cukup menarik menjelang seri ke-16 MotoGP San Marino 2025. Percakapan ini menjadi sorotan setelah muncul dalam dokumenter 'Inside Ducati' yang dirilis menjelang akhir pekan lomba di Sirkuit Misano, Rimini, Italia, pada 12-14 September.
Percakapan antara keduanya dalam episode GP Catalunya, seri sebelumnya, menjadi perhatian publik. Bagnaia mengungkapkan kekecewaannya setelah beberapa hasil balapan terakhir yang kurang memuaskan. Pada seri terakhir GP Catalunya, pembalap asal Chivasso, Italia, kembali tampil mengecewakan di lintasan yang sebelumnya dua kali ia menangkan.
Bagnaia hanya start dari posisi ke-21 dan gagal mendapatkan poin dalam Sprint karena finis ke-14. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk performa rekan-rekannya. Meski dalam balapan utama Nuvola Rossa menunjukkan peningkatan dengan finis ketujuh, tetapi rutinitas yang tidak stabil saat Sprint membuat progres Bagnaia sulit untuk dijadikan alasan optimistis.
Marquez kemudian memberikan nasihat dan motivasi kepada Bagnaia. Ia menyampaikan pesan penting sambil mengunyah makanan dalam video tersebut. "Kamu harus kembali ke trek dan memulai dari nol," ujarnya. "Misano itu trek yang bagus. Selangkah demi selangkah… semuanya akan membaik," tambah Juara Dunia delapan kali itu.
Bagnaia kemudian ditanya mengenai momen percakapannya dengan Marquez. Murid Valentino Rossi tersebut mengungkapkan bahwa dirinya senang memiliki Marquez sebagai rekan setim. Pernyataan ini cukup bertolak belakang dengan pandangan banyak orang dari luar tentang hubungan Bagnaia dan Marquez.
Beberapa orang menganggap dominasi Marquez di garasi sebagai sumber kemerosotan Bagnaia musim ini, terutama dalam aspek mental. Namun, Bagnaia berpendapat bahwa berbicara dengan pembalap secerdas Marc adalah pengalaman yang sangat berharga. "Selalu menyenangkan berbicara dengan pembalap secerdas Marc," katanya. "Dari seorang pembalap yang cerdas, Anda bisa belajar sebanyak mungkin, dan kami berdua adalah pembalap yang cerdas."
Soal peluangnya di Sirkuit Misano, Bagnaia masih sulit untuk berbicara tinggi meski rekam jejaknya cukup baik. Kemenangan MotoGP San Marino sukses diraih Bagnaia pada 2021-2022. Musim 2023 dia finis tiga besar meski cedera. Adapun musim lalu dia memimpin sebelum disalip Marquez karena perubahan kondisi trek akibat hujan.
"Saya ingin sekali berjuang untuk meraih kemenangan, tetapi saya pikir lebih realistis untuk berpikir tentang finis di lima besar," kata Bagnaia. "Misano memiliki grip yang sangat baik, ini adalah trek yang saya kenal dengan baik." Ia juga berharap bisa memulai dengan baik dan menutup balapan terakhir sebagai yang terbaik dari tiga balapan.
Pecco berusaha mempertahankan citra tenang dan terkendali, tapi hasil akhir masih sering buruk. "Saya tenang. Tapi itu selalu begitu. Masalahnya, ada akhir pekan yang berantakan," tutur Bagnaia. Tahun lalu, Bagnaia mampu memenangkan 11 balapan utama dan meraih 5 hasil podium lainnya dari total 20 balapan.
Namun, pembalap akademi Valentino Rossi itu tak merasakan potensi untuk meraih kemenangan pada musim ini. "Potensi yang saya miliki tidak memungkinkan saya untuk menang," ucapnya lagi. "Saya belum bisa beradaptasi dengan motor ini. Saya telah menganalisis semuanya, semua bagian yang mungkin."
"Kesimpulannya adalah satu-satunya faktor yang bisa menjelaskan hal ini adalah motornya," katanya. Akan tetapi, permasalahan tersebut sudah dijelaskan bahwa pembalap yang harus beradaptasi dengan motor. "Situasi sulit membuat Anda ragu, dan itu penting karena Anda bisa berkembang," kata Bagnaia. "Saya tidak pernah ragu tentang apa yang dipikirkan Ducati tentang saya," katanya, membantah spekulasi bahwa Ducati mungkin tidak akan memperpanjang kontraknya.
"Kami terus mengikuti jalan kami," katanya dengan tegas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar