
Kinerja Pecco Bagnaia di MotoGP Austria: Tantangan dan Kekhawatiran
Pembalap Italia, Pecco Bagnaia, menghadapi tantangan yang signifikan dalam balapan MotoGP Austria. Meskipun memulai lomba dengan baik, ia secara bertahap kehilangan kekuatan dan konsistensi sepanjang balapan. Performa yang tidak stabil membuatnya kesulitan untuk mempertahankan posisi, sehingga akhirnya disalip oleh beberapa pembalap lain.
Dalam balapan ini, Bagnaia tidak bisa menjaga ritme yang konsisten. Ia disalip oleh Pedro Acosta terlebih dahulu, kemudian oleh FermÃn Aldeguer. Pada saat yang sama, ia tidak mampu merespons serangan dari pembalap-pembalap tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ia sedang mengalami masalah dalam hal kecepatan dan akselerasi, yang sangat berpengaruh pada hasil akhir balapan.
Masalah dengan Ban dan Kinerja Motor
Pada hari Sabtu, ada isu tentang pengunduran diri pembalap yang membuat perhatian tertuju pada Michelin sebagai pemasok ban. Meski demikian, pihak Michelin menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan ban belakang yang digunakan. Namun, pada hari Minggu, kecepatan lambat yang dialami Bagnaia membuatnya harus meminta penjelasan dari Ducati.
Bagnaia mengungkapkan bahwa ia tidak merasa nyaman dengan motor Desmosedici GP25 sejak awal musim. Perasaannya semakin memburuk seiring berjalannya musim, dan situasi ini mulai mengganggunya. Ia merasa bahwa performa yang diberikan oleh tim tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Pernyataan Bagnaia: Kekecewaan dan Kesabaran yang Menipis
Setelah finis di posisi kedelapan, Bagnaia memberikan komentar yang menunjukkan kekecewaannya. Ia menyatakan bahwa ia telah berjuang dan memberikan segalanya, tetapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Ia juga menyebutkan bahwa pembalap lain mampu mencapai waktu yang lebih baik daripada dirinya, meskipun ia yakin memiliki potensi untuk menang.
“Saya tidak tahu mengapa semua hal tidak berjalan dengan baik bagi saya. Marco Bezzecchi dan Marc Márquez melakukan segalanya lebih baik dari saya. Saya tidak mengerti mengapa saya tertinggal 12 detik di sirkuit di mana saya selalu membuat perbedaan,” ujar Bagnaia.
Ia juga menegaskan bahwa ia selalu fokus dan tidak pernah kehilangan akal sehat. Namun, pada balapan kali ini, ia kesulitan untuk berakselerasi dan disalip oleh banyak pembalap saat keluar dari tikungan. Ia berharap Ducati dapat memberikan penjelasan yang jelas, karena kesabaran yang dimilikinya mulai menipis.
Persaingan dengan Alex Marquez
Bagnaia juga menyadari bahwa persaingan dengan adiknya, Alex Marquez, semakin ketat. Dengan selisih poin yang cukup besar, ia harus bekerja keras untuk mengejar ketinggalan. Saat ini, Bagnaia tertinggal 55 poin dari Alex Marquez, yang baru saja kehilangan tujuh poin dalam balapan pekan ini.
Dengan dua balapan tersisa, Bagnaia akan segera berangkat ke Hungaria. Ia berharap bisa memperbaiki performanya dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun, hingga saat ini, ia masih menghadapi tantangan besar dalam hal kecepatan dan konsistensi motor yang digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar