Veda melangkah ke balapan pertama yang dilangsungkan dalam cuaca buruk sebagai pole-sitter. Ia memulai dari baris terdepan bersama Brian Uriarte dan Marco Morelli.
Pembalap 16 tahun tersebut mengaku sangat percaya diri karena menaklukkan podium perdana RBRC di sana tahun lalu. Ia juga telah mempelajari karakter lintasan lewat track walk.
Balapan pembuka digelar sore hari saat awan kelabu makin tebal. Temperatur lintasan turun menjadi 29 derajat Celcius, pun dengan suhu udara 20 derajat Celcius. Saat lap pemanasan, marshal mengibarkan bendera hujan.
Veda melakoni start dengan sangat baik. Ia meluncur cepat seperti peluru di depan para rival. Uriarte menjadi penantang yang sangat tangguh sejak awal. Pembalap Spanyol tersebut sempat menyalip di Tikungan 3, tapi bisa direbut lagi oleh Veda.
Uriarte mengirim sinyal agar steward mengibarkan bendera merah karena hujan turun dan mereka perlu ganti ban. Gestur yang juga diikuti beberapa pembalap lain. Sementara itu, dua pembalap: Bernard Fernandez dan Gabriel Tesini, mengalami crash. Beruntung rider di belakang mereka bisa menghindar.
Permintaan tersebut dikabulkan sehingga sesi dihentikan di lap pembuka. Seiring berjalannya waktu, hujan makin deras sehingga diputuskan untuk restart dengan putaran dipangkas jadi tinggal 10.
Dengan kehati-hatian, Veda memimpin rombongan yang tidak terlalu agresif seperti sebelumnya. Namun, pembalap binaan Astra Honda Racing itu kembali disalip Uriarte.
Pembalap #54 dengan sabar membuntuti pembalap Spanyol tersebut, hingga momentum untuk merebut posisi pertama tiba pada lap 3. Sejak saat itu, ia terus memimpin sampai lap terakhir. Veda sempat melebar tapi bisa bertahan dari serangan Uriarta.
Sayangnya, Veda lengah di tikungan terakhir sehingga Uriarte masuk dari sisi luar dan merebut kemenangan dengan keunggulan 0,073 detik.
“Dalam kondisi ini, saya berusaha untuk tetap fokus di setiap lap dan menjaga pace. Pada lap terakhir, saya mencoba sudah late braking tapi sudah terbatas. Brian punya jalur lebih baik, lebih ke dalam. Yang penting, saya bisa finis dan meraih poin,” ujarnya.
Hasil tersebut membuat puncak klasemen direbut Uriarte dengan 166 poin, sedangkan Danish turun ke posisi kedua terpaut empat poin dan Veda Ega Pratama tetap di urutan ketiga dengan total 150 poin.
Sementara itu, Kiandra Ramadhipa menunjukkan lonjakan performa setelah restart. Pembalap #32 itu menutup lap pertama sebelum red flag di urutan ke-15. Namun, ia mencapai P10 di putaran pembuka setelah balapan dimulai lagi.
Pada pertengahan balapan, ia naik empat tangga ke posisi keenam. Jatuhnya Hakim Danish di lap terakhir melambungkan pembalap Indonesia ke P5. Ia terlibat perebutan podium terakhir dengan Kristian Daniel, yang akhirnya dimenangi rider Amerika Serikat.
Muhammad Kiandra Ramadhipa pun melompat tiga posisi dalam klasemen. Ia kini bertengger di peringkat ketujuh dengan 78 poin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar