
Pembalap KTM, Maverick Vinales, Merasa Mirip dengan Dani Pedrosa
Pembalap KTM, Maverick Vinales, merasa bahwa dirinya memiliki kesamaan dengan legenda MotoGP, Dani Pedrosa. Namun, hingga saat ini, ia masih kesulitan menyesuaikan diri dengan motor barunya di ajang MotoGP 2025. Meski begitu, Vinales tetap optimis dan percaya pada kemampuan tim serta peran penting dari Pedrosa sebagai pembalap penguji.
Vinales memulai debutnya bersama KTM dengan hasil yang belum memuaskan. Hingga pertengahan musim, ia belum pernah naik podium. Pencapaian terbaiknya adalah finish di posisi keempat pada MotoGP Prancis 2025. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masalah tidak berada pada motor itu sendiri. KTM telah memberikan segalanya untuk mendukungnya.
"Bagi saya, nilainya mendekati 10. Saya tidak hanya menghargai hasilnya, saya menghargai keseluruhan paketnya," ujar Vinales. Ia juga menyampaikan rasa puasnya terhadap bantuan yang diberikan oleh tim KTM. Meskipun hasilnya belum sesuai harapan hingga seri ke-12, Vinales tetap yakin bahwa potensi yang ada harus terus dikembangkan.
Ia mengakui bahwa KTM sekarang jauh berbeda dibandingkan ketika ia menjuarai Moto3 pada 2013. Meski begitu, Vinales berusaha keras untuk tetap menguasai RC16. Motor tersebut nyaris tidak pernah membuatnya terjatuh di awal musim. Namun, insiden buruk terjadi saat kualifikasi MotoGP Jerman 2025.
"Ketika saya mengendarai motor di Malaysia (awal musim), saya sudah menduga akan lebih menderita. Rasanya sangat berbeda dari yang biasa saya alami, tetapi saya konsisten dan disiplin, dan itu membuat saya tetap tenang," papar Vinales.
Kehadiran Dani Pedrosa sebagai pembalap penguji KTM memberi semangat tersendiri bagi Vinales. Ia mulai merasakan sensasi balap yang mirip dengan Pedrosa, yang telah menghabiskan tiga musim terakhir bersama RC16.
"Sensasi yang saya rasakan sangat mirip dengan Dani Pedrosa dan itu membuat perbedaan besar. Saya sangat percaya pada Dani, dan itu menunjukkan bahwa saya berada di jalur yang benar," ujar Vinales.
Saat ini, Vinales hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk bisa kembali naik podium bersama pabrikan barunya. Masih ada 10 seri yang tersisa, termasuk Catalan dan Indonesia yang berhasil ia kuasai dua musim lalu. Pada 2023, Vinales tiga kali naik podium kedua di Portugal, Catalan, dan Indonesia. Sedangkan musim lalu, ia hanya sekali merasakan podium juara di Circuit of The Americas (COTA).
Fokus utamanya saat ini adalah pemulihan agar bisa segera kembali ke lintasan. "Ini hanya masalah waktu sebelum semua pembalap berbaris dan menuju titik yang sama. Ambisi, rasa lapar, dan impian untuk menang masih utuh. Tetapi sekarang saya tahu kapan harus berbicara, kapan harus mendorong, dan kapan tidak. Keluarga saya juga telah mengajari saya itu," tutup Vinales.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar