
Pecco Bagnaia Mengklarifikasi Komentarnya Pasca-Grand Prix Austria 2025
Juara dunia MotoGP dua kali, Pecco Bagnaia, kembali memberikan penjelasan terkait komentarnya yang sempat menimbulkan perhatian setelah Grand Prix Austria 2025. Pada kesempatan ini, ia menjelaskan bahwa pendapatnya yang sebelumnya muncul di tengah emosi pascabalapan dan tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya.
Bagnaia mengatakan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan tim Ducati. Ia menyatakan bahwa pernyataannya saat itu dipengaruhi oleh rasa frustrasi akibat hasil yang tidak memuaskan. Sebagai pebalap yang biasanya tampil sangat kompetitif di sirkuit Red Bull Ring, ia merasa kecewa karena gagal mengulangi dominasinya seperti yang telah ia lakukan sebelumnya.
Pebalap asal Italia ini hanya finis di posisi kedelapan dalam balapan tersebut, jauh tertinggal dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang berhasil meraih kemenangan. Setelah balapan, Bagnaia menyampaikan kritik terhadap performa motor GP25, yang menurutnya masih menyimpan beberapa masalah. Namun, ia kini mengakui bahwa ucapannya muncul dari emosi yang tinggi dan tidak sepenuhnya objektif.
Meski demikian, Bagnaia menekankan bahwa ia sudah berbicara dengan tim dan semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu memahami situasi serta mencari solusi terbaik. Ia juga mengakui bahwa performanya pada musim ini lebih lambat dibandingkan musim lalu. Menurutnya, seluruh pebalap Ducati mengalami penurunan catatan waktu, yang menjadi masalah mendasar yang perlu segera dianalisis.
Austria menjadi salah satu skenario terburuk bagi Bagnaia tahun ini, karena ia biasanya tampil sangat baik di sirkuit tersebut. Dengan menghadapi Grand Prix Hungaria di Balaton Park, ia menyadari bahwa targetnya perlu lebih realistis. Meskipun podium tetap menjadi tujuan utama, ia menilai berjuang untuk posisi lima besar merupakan hasil yang dapat diterima dalam kondisi sekarang.
Bagnaia berharap timnya dapat melakukan pekerjaan maksimal agar bisa kembali bersaing. Ia menegaskan pentingnya terus mencoba pendekatan berbeda untuk memahami kelemahan motor, sembari menatap peluang bangkit di paruh akhir musim. Dengan sikap yang lebih tenang dan fokus, ia berharap dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya dalam seri-seri mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar