Noel Tanya Motor Apa, Irvian 'Sultan' Langsung Beri Ducati! - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 24 Agustus 2025

Noel Tanya Motor Apa, Irvian 'Sultan' Langsung Beri Ducati!

Featured Image

Kasus Korupsi yang Melibatkan Mantan Wamenaker dan Motor Ducati Mewah

Kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau lebih dikenal dengan nama Noel, terus mengungkap berbagai fakta yang mengejutkan publik. Salah satu temuan terkini adalah keterlibatan seorang bawahan yang disebut sebagai 'Sultan' dalam pemberian hadiah mewah berupa motor Ducati. Peristiwa ini menjadi bagian dari penyelidikan KPK terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Pertanyaan Sederhana Berujung Hadiah Mewah

Dalam proses penyelidikan, KPK mengungkap bahwa pemberian motor Ducati ini bermula dari sebuah percakapan antara Noel dan Irvian Bobby Mahendro, yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemnaker. Irvian dikenal sebagai sosok yang senang berkendara motor besar. Dalam suatu kesempatan, Noel bertanya kepadanya, "Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya, cocoknya motor apa?".

Pertanyaan ini dianggap sebagai kode oleh Irvian, yang kemudian membelikan motor Ducati dan mengirimkannya langsung ke rumah Noel. KPK menduga bahwa pemberian motor ini terkait dengan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Kemnaker.

Siapa Irvian 'Sultan'?

Irvian diberi julukan 'Sultan' oleh Noel karena dinilai memiliki banyak uang. Menurut KPK, Irvian diduga menerima aliran dana hingga Rp69 miliar terkait kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3. Dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan pribadi, termasuk pembelian motor Ducati yang diberikan kepada Noel.

Ducati Bodong dan Upaya Menutupi Jejak

Fakta yang lebih mencengangkan adalah motor Ducati yang diterima oleh Noel ternyata tidak dilengkapi surat-surat resmi alias bodong. Motor tersebut dibeli secara off the road sejak April 2025, dan hingga saat ini belum diproses pengurusan BPKB maupun STNK-nya. KPK menduga pembelian off the road ini dilakukan untuk menyembunyikan transaksi dan mengaburkan asal-usul aset hasil gratifikasi.

Implikasi Hukum dan Nasib Immanuel Ebenezer

Pemberian motor Ducati ini semakin memperburuk citra Immanuel Ebenezer di tengah kasus korupsi yang menjeratnya. KPK menduga bahwa pemberian motor ini terkait dengan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker. Dalam kasus ini, Noel diduga menerima jatah Rp3 miliar dan sebuah motor Ducati.

Immanuel Ebenezer dan Irvian Bobby Mahendro kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK menjerat mereka dengan pasal pemerasan dan sedang mendalami kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU). Akibat perbuatannya, Presiden Prabowo Subianto langsung mencopot Noel dari jabatan Wamenaker.

Reaksi Masyarakat dan Harapan Pemberantasan Korupsi

Kasus ini menuai reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan perilaku koruptif yang dilakukan oleh pejabat publik. Masyarakat berharap KPK dapat mengusut tuntas kasus ini dan menyeret semua pihak yang terlibat ke pengadilan. Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik untuk selalu menjaga integritas dan menghindari perilaku koruptif.

Pertanyaan sederhana Noel, "Kalau untuk saya, cocoknya motor apa?", telah membawa konsekuensi yang sangat besar bagi dirinya. Hadiah Ducati dari 'Sultan' Kemnaker kini menjadi bukti nyata praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang terjadi di lingkungan pemerintahan. Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk membersihkan pemerintahan dari praktik-praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here