
Nama Noel Kembali Jadi Sorotan Setelah OTT KPK
Nama Immanuel Ebenezer Gerungan, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Noel, kembali menjadi perbincangan publik. Setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Agustus 2025, kini muncul fakta mengejutkan terkait kehidupan pribadinya. Diketahui bahwa Noel diduga meminta bawahan bawahannya untuk membelikan sepeda motor.
Lebih mengejutkan lagi, motor yang dimaksud adalah merek Ducati, salah satu merek motor mewah yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana sumber uang tersebut diperoleh dan apakah terkait dengan tindakan korupsi.
Dari Permintaan Hingga Penemuan Barang Bukti
Menurut informasi yang beredar, Noel meminta kepada Irvian Bobby Mahendro (IBM), bawahan yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025, untuk membelikan motor. Permintaan tersebut disampaikan dengan nada santai, "Untuk saya cocoknya apa?".
Namun, permintaan ini ternyata tidak hanya sekadar obrolan ringan. KPK menemukan dua unit motor Ducati di garasi rumah Noel. Motor-motor tersebut diduga merupakan hasil dari permintaan tersebut. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik penyalahgunaan wewenang dan penggelapan aset negara.
Motor Ducati yang Tidak Terdaftar dalam LHKPN
Yang lebih mencengangkan, kedua motor Ducati tersebut tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Noel. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan integritas pejabat publik dalam melaporkan harta kekayaannya.
KPK pun menyita kedua motor Ducati tersebut sebagai barang bukti dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang melibatkan Noel. Penyitaan ini menunjukkan bahwa KPK sangat serius dalam mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik.
Kendaraan Mewah Lainnya yang Disita KPK
Selain dua motor Ducati, KPK juga menyita 22 kendaraan lainnya yang terdiri dari 15 mobil dan 7 motor dalam OTT terhadap Noel. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga terkait dengan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3.
Penyitaan kendaraan mewah ini menambah daftar panjang barang bukti yang diamankan KPK dalam kasus ini. Hal ini menunjukkan bahwa KPK tidak hanya fokus pada kasus dugaan korupsi, tetapi juga pada upaya mengembalikan aset negara yang dikhianati oleh para pelaku.
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan jabatan publik. Kasus yang melibatkan Noel menjadi peringatan bagi seluruh pejabat negara agar tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. KPK berkomitmen untuk terus mengungkap kasus-kasus korupsi dan memastikan bahwa pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar