
Kinerja Buruk Francesco Bagnaia di Latihan MotoGP Hungaria 2025
Hari pertama latihan MotoGP Hungaria 2025 berjalan sangat mengecewakan bagi pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. Performa Bagnaia tidak memenuhi harapan, bahkan ia gagal masuk 10 besar yang menjadi syarat untuk langsung lolos ke sesi Q2. Ini menjadi awal yang buruk bagi Bagnaia dalam upayanya kembali meraih podium pada balapan akhir pekan ini.
Bagnaia tertinggal sejauh 0,7 detik dari pembalap tercepat dalam sesi latihan. Hal ini memaksa dirinya harus berjuang dari sesi Q1 pada hari Sabtu (23/8/2025). Sebelumnya, Bagnaia telah melakukan beberapa sesi latihan di Sirkuit Balaton menggunakan motor Panigale V4S. Ia menduga bahwa masalah mungkin muncul saat menguji Desmosedici GP25.
“Saat saya menguji Panigale di sini, saya merasa sangat baik. Tapi saya sudah merasakan bahwa saya mungkin akan mengalami beberapa masalah dengan GP25,” ujar Bagnaia. Menurutnya, kesulitan utama dengan motor ini adalah menghentikan kendaraan di ruang sempit dan berbelok dengan rem. “Dan semua tikungan di sirkuit ini seperti itu,” tambahnya.
Dalam penampilannya musim ini, Bagnaia selalu dibandingkan dengan rekan setimnya, Fabio Quartararo. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa Marquez mengendarai motor yang berbeda, mengingat perbedaan hasil yang signifikan antara keduanya. Namun, Bagnaia tetap kesulitan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapinya.
Pada sesi latihan, Bagnaia finis di posisi ke-14, sedangkan Quartararo berada di posisi kedua, hanya terpaut 0,006 detik dari pembalap tercepat, Pedro Acosta (Red Bull KTM). Bagnaia mulai merasa frustrasi dengan situasi ini, dan ia menganggap musim ini sebagai momen tersulit dalam karier balapnya.
“Saya berjuang di berbagai front untuk menemukan solusi,” ucap Bagnaia. Ia menyebut Marc Marquez sebagai satu-satunya pembalap yang bisa mengoptimalkan potensi maksimal dari motor ini. “Ini adalah momen tersulit dalam karier saya, tak diragukan lagi,” tegasnya.
Bagnaia telah melihat data dari motor yang dikendarai oleh Marquez. Meski demikian, ia masih kesulitan mengendalikan motornya sesuai ekspektasi. Ia mengakui bahwa Marquez sangat pandai menutupi masalah yang ada. “Saya sudah mendapat manfaat dari apa yang dilakukan Marc, karena saya melihat datanya dan apa yang dia mampu lakukan dengan motor yang sangat rumit,” kata Bagnaia.
Namun, ia tetap tidak bisa mengendarai motor seperti yang diharapkan. “Saya tidak ingin mengatakan motornya buruk, karena Marc menggunakannya hingga batas maksimal. Masalahnya, dia sangat pandai menyembunyikan masalah,” jelas Bagnaia.
Bagnaia tampaknya kewalahan menghadapi tantangan di tim asal negaranya, yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman baginya. Sementara itu, Marquez berhasil mendominasi sebagai anak emas Ducati. Bagnaia masih mencoba mencari solusi untuk menghadapi tantangan ini, meskipun saat ini ia merasa lebih sulit daripada sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar