Marc Marquez Tak Layak Dihina, Legenda Membela Usai Bos Ducati Marah di GP Italia - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 03 Agustus 2025

Marc Marquez Tak Layak Dihina, Legenda Membela Usai Bos Ducati Marah di GP Italia

Featured Image

Marc Marquez, Pembalap yang Layak Dihargai Bukan Dicemooh

Marc Marquez, pembalap Ducati, dianggap tidak pantas menerima cemoohan seperti yang ia alami dalam Grand Prix Italia sebelumnya. Dominasi Marquez terhadap kompetisi MotoGP memang sangat jelas terlihat hingga paruh pertama musim 2025. Ia berhasil menunjukkan kombinasi luar biasa saat mengendarai Desmosedici GP25, membuat para rival kesulitan untuk menahannya.

Selama 12 balapan yang telah berlangsung, Marquez mencatatkan delapan kemenangan dalam Grand Prix dan 11 kemenangan dalam sprint race. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa performanya sangat luar biasa pada musim ini. Dengan total poin sebanyak 381, Marquez menjadi pemimpin klasemen sementara MotoGP 2025.

Meskipun kehebatan Marquez di lintasan tidak diragukan lagi, ia tetap mendapatkan pandangan negatif dari sebagian penggemar. Bahkan, saat berada di podium setelah memenangkan sesi sprint race GP Italia, Marquez sempat menerima cemoohan. Peristiwa ini terasa ironis karena balapan tersebut diselenggarakan di Sirkuit Mugello, tempat kediaman Ducati, tim yang dibela oleh Marquez.

Sentimen negatif terhadap Marquez berasal dari basis penggemar Valentino Rossi, yang juga merupakan salah satu legenda MotoGP. Manajer Ducati, Davide Tardozzi, bahkan merasa marah terhadap aksi penonton yang menyemprot Marquez saat ia melakukan upacara kemenangan di podium.

Kini, Giacomo Agostini, salah satu legenda MotoGP, memberikan dukungan kepada Marquez. Ia yakin bahwa Marquez bisa menambah gelar juara dunia dan bahkan melewati rekor yang dimiliki oleh Agostini sendiri. Pria yang memiliki 15 gelar juara dunia ini mengatakan bahwa Marquez mampu memecahkan rekor miliknya.

"Marquez mampu memecahkan rekor kejuaraan dunia milik saya," ujar Agostini. Karena kehebatannya, Agostini menilai bahwa Marquez layak diberi pujian, bukan cemoohan.

Agostini juga memuji mentalitas Marquez yang tangguh dalam menghadapi masa sulit. Salah satu contohnya adalah ketika Marquez memutuskan untuk meninggalkan Honda setelah hanya menyisakan satu musim bersama mereka. Ia kemudian bergabung dengan Gresini Racing, sebuah tim independen.

Di Gresini Racing, Marquez berhasil bangkit dan menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Ia kembali tampil dominan seperti sebelumnya. "Marquez melewati masa-masa sulit, yang sebelumnya sangat sulit untuk dia atasi," kata Agostini.

Ia juga menegaskan bahwa Marquez rela meninggalkan uang dari Honda demi bergabung dengan tim independen. Ini menunjukkan dedikasi dan tekad Marquez untuk kembali meraih kemenangan. Dengan semangat dan kemampuan yang dimilikinya, Marquez membuktikan bahwa ia layak diberi apresiasi, bukan cemoohan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here