
Marc Marquez Mengunci Kemenangan di Sprint Race MotoGP Hungaria 2025
Marc Marquez berhasil memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat gelar juara dunia MotoGP setelah meraih kemenangan di Sprint Race yang digelar di Sirkuit Balaton, Hungaria, pada Sabtu (23/8/2025). Kemenangan ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari pembalap Ducati tersebut dalam menghadapi tantangan baru di sirkuit yang belum pernah dipakai sebelumnya.
Marquez tampil sangat stabil dan nyaman di atas motornya. Ia berbicara dengan jurnalis Manuel Pecino setelah balapan, menjelaskan bahwa ia merasa sangat puas dengan performanya selama akhir pekan. “Hari ini saya sangat nyaman di atas motor,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa ia telah melakukan beberapa penyesuaian baik dari segi gaya balap maupun setelan motor.
Perbaikan dan Kombinasi yang Efektif
Menurut Marquez, kombinasi yang baik antara gaya balap dan setelan motor membantunya menciptakan dasar yang kuat di sesi FP3 dan kualifikasi. Ia menyebutkan bahwa tim teknis bekerja keras, terutama dalam aspek elektronik. “Kami membuat kombinasi yang baik, dan hasilnya sangat positif,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa setelan yang lebih matang ini memungkinkan motor-motor Ducati lain untuk mendekati performanya. “Saya rasa itu sebabnya motor-motor Ducati lain lebih dekat di Sprint Race.” Menurutnya, data elektronik lebih mudah ditiru dibanding setelan fisik motor.
Pentingnya Start di Posisi Depan
Marquez menekankan pentingnya start di posisi depan, terutama dalam Sprint Race. “Sangat penting start di depan,” katanya. Ia mengamati bahwa beberapa pembalap terjatuh saat mencoba menyalip, terutama di tikungan pertama dan kesembilan. “Saya tahu harus berada di depan untuk menghindari risiko dan langsung mengendalikan balapan.”
Momen menegangkan di tikungan pertama juga menjadi fokus Marquez. “Saya mendengar suara motor sangat dekat,” ujarnya. Ia memilih jalur yang lebih lebar dan mengangkat motornya lebih cepat. “Tikungan ini berbahaya, apalagi ini pertama kalinya MotoGP balapan di sini, jadi semua pembalap belum punya referensi pasti.”
Matematika Kejuaraan Dunia
Secara matematis, Marquez hampir pasti menjadi juara dunia. “Tentu saja saya ingin menutup kejuaraan secepat mungkin, tapi tanpa terburu-buru.” Ia memiliki keunggulan 222 poin, yang sangat besar. Namun, ia tetap waspada karena lawan bisa gagal total.
Targetnya adalah menikmati proses dan menghadapi tantangan di Catalunya minggu depan. “Minggu depan di Catalunya yang selalu jadi trek sulit bagi saya, tapi kuat untuk Alex (Marquez). Sebagai saudara, tentu saya mendoakan yang terbaik untuknya.”
Pengaturan Jarak dan Fisik
Di awal balapan, Marquez unggul lebih dari satu detik, lalu mengelola jarak dengan hati-hati. “Ketika unggul 0,6 hingga 1 detik, saya tahu harus mengatur,” katanya. Ia mengingatkan bahwa tahun ini ia pernah kehilangan kemenangan karena terlalu memaksa, jadi sekarang ia lebih berhati-hati.
Terkait kondisi fisik, ia merasa Balaton Park tidak terlalu melelahkan. “Trek ini banyak tikungan kiri, dan awalnya tidak ada yang suka karena ritmenya seperti karting.” Tapi setelah terbiasa, justru jadi menyenangkan.
Faktor Ban Belakang
Marquez menilai pemilihan ban belakang akan menjadi faktor krusial. “Saya pikir ada yang akan ambil risiko dengan ban belakang lunak.” Ia menyatakan bahwa kondisi trek bisa berubah drastis dari hari ke hari, sehingga siapa pun bisa tampil mengejutkan.
Komentar tentang Francesco Bagnaia
Marquez juga menyentuh kondisi Francesco Bagnaia yang kesulitan di Hungaria. “Sayangnya, ini mungkin momen terburuk musim ini untuknya.” Ia mengatakan bahwa Bagnaia menghadapi trek yang tidak cocok dengan gayanya. “Saya yakin di Catalunya situasinya akan berbeda, Ducati pasti akan membantu Bagnaia keluar dari periode sulit ini.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar