
Marc Marquez Berpikir Jauh Jauh Sebelum Menjadi Juara Dunia MotoGP 2025
Marc Marquez, pembalap asal Spanyol yang kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2025, sedang merencanakan langkah-langkah strategis untuk memastikan gelar juara dunianya yang ke-9. Ia tidak ingin mengunci gelar tersebut di Sirkuit Misano, yang merupakan sirkuit rumah dari Valentino Rossi, rival lamanya.
Menurut perhitungan, Marquez memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi juara lebih cepat di Grand Prix San Marino, yang berada di Sirkuit Misano. Namun, hal ini hanya mungkin terjadi jika Alex Marquez, adiknya sendiri, mengalami hasil buruk selama balapan di Catalunya. Karena itu, Marquez justru lebih menginginkan gelar tersebut diraih di dua sirkuit utama, yaitu Jepang atau Mandalika, Indonesia.
"Kami sekarang semakin dekat dengan gelar juara, tapi saya harus tetap menjaga mental dan fokus yang sama," ujarnya dalam wawancara.
Marquez menambahkan bahwa ia ingin memberi kesempatan pertama untuk juara di Jepang atau Mandalika. "Jika gelar juara diraih di Misano, maka itu berarti Alex mengalami akhir pekan yang buruk di Catalunya. Saya ingin yang terbaik untuk adik saya."
Dominasi Marquez di MotoGP Hungaria 2025
Pembalap 32 tahun ini tampil luar biasa pada MotoGP Hungaria 2025, Minggu, 24 Agustus 2025. Ia berhasil meraih kemenangan ketujuh secara beruntun di Balaton Park. Meskipun sempat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di tikungan kedua, Marquez tetap mampu menguasai balapan selama 26 lap.
Dari posisi start pole position, Marquez awalnya turun ke posisi ketiga. Namun, ia mampu merebut kembali pimpinan balapan pada lap ke-11. Akhirnya, ia finis dengan keunggulan 4,314 detik dari Pedro Acosta yang berada di posisi kedua.
Dengan hasil ini, Marquez kini unggul 175 poin dari Alex Marquez di klasemen sementara. Ini juga menjadi kemenangan beruntun sejak awal Juni 2025.
"Saya tidak bisa berbohong, hari ini terasa nyaman," ujar Marquez setelah balapan.
Namun, meski dominasi yang luar biasa, Marquez menyatakan bahwa situasi ini tidak normal. Ia mengakui bahwa suatu saat nanti, ia bisa saja dikalahkan oleh pembalap lain.
"Ini tidak normal untuk menang setiap akhir pekan, tidak normal untuk menang setiap balapan sprint. Kelihatannya bagus untuk saya, tapi sebenarnya tidak," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa suatu saat nanti, ada kemungkinan seseorang akan lebih cepat darinya baik di sprint maupun balapan utama. "Lebih baik meraih posisi kedua atau ketiga untuk mendapatkan poin kejuaraan," ujarnya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar