Kesulitan Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg di Klungkung, Warga Terpaksa Masak dengan Kayu Bakar - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 03 Agustus 2025

Kesulitan Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg di Klungkung, Warga Terpaksa Masak dengan Kayu Bakar

Kesulitan Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg di Klungkung, Warga Terpaksa Masak dengan Kayu Bakar

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram Mengganggu Kehidupan Warga Klungkung

Beberapa warga di Kabupaten Klungkung, Bali, mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Masalah ini terjadi sejak beberapa hari belakangan dan semakin memperparah kekhawatiran masyarakat setempat. Pada Senin, 4 Agustus 2025, pagi hari, banyak warga terlihat mencari-cari stok gas elpiji di berbagai toko dan warung.

Salah satu warga yang mengalami kesulitan adalah Komang Astika (50 tahun) dari Desa Paksebali. Ia mengaku telah berkeliling ke berbagai warung dan bahkan sampai ke Kota Semarapura. Namun, semua tempat yang ia kunjungi tidak memiliki stok gas elpiji 3 kilogram. Akibatnya, Astika pulang dengan tabung kosong dan harus beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak.

"Mau bagaimana lagi, kan tetap harus masak. Sekarang pakai kayu bakar dulu," ujarnya dengan nada kecewa.

Kondisi serupa dialami oleh warga lainnya, Made Suyasa. Menurutnya, kesulitan mendapatkan gas elpiji sudah terjadi sejak seminggu lalu. Meski ada sedikit pasokan, namun ketersediaannya sangat terbatas. Ia mengatakan bahwa saat ini sulit menemukan gas elpiji seperti biasanya. "Mungkin pasokannya dikurangi, saya kurang tahu pastinya," katanya.

Suyasa juga mengaku tidak bisa berjualan bakso hari ini karena tidak dapat mendapatkan gas. "Hari ini saya tidak jualan, karena tidak mendapatkan gas," ujarnya.

Di sisi lain, seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Klungkung menyatakan bahwa pasokan gas elpiji di pangkalannya masih normal. Ia mengatakan bahwa alokasi tiap pangkalan tetap sesuai dengan kebutuhan. Namun, ia juga menyebutkan adanya faktor-faktor tertentu yang mungkin memengaruhi kelangkaan gas elpiji saat ini.

"Kegiatan upacara yadnya seperti mekarya atau menikah bisa juga menyebabkan kelangkaan gas elpiji. Saat ada banyak kegiatan upacara, biasanya kebutuhan gas meningkat. Banyak warga yang memborong gas elpiji untuk keperluan upacara, sementara pasokan dari agen ke pangkalan jumlahnya terbatas," jelasnya.

Menurut informasi yang diberikan, rata-rata setiap pangkalan menerima pasokan gas bersubsidi sebanyak 50 hingga 170 tabung per hari. Namun, dengan meningkatnya permintaan selama musim perayaan dan acara keagamaan, hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.

Dampak dari kelangkaan gas elpiji ini tidak hanya dirasakan oleh warga biasa, tetapi juga para pedagang kecil. Beberapa dari mereka terpaksa menghentikan usaha sementara waktu karena tidak mampu memenuhi kebutuhan operasional.

Masalah ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat dan pelaku bisnis gas elpiji. Diperlukan langkah-langkah strategis agar pasokan gas elpiji dapat kembali stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.

Beberapa solusi yang mungkin dilakukan antara lain: memperkuat koordinasi antara agen, pangkalan, dan distributor; memantau distribusi gas elpiji secara berkala; serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan gas elpiji yang efisien dan hemat.

Dengan demikian, diharapkan kelangkaan gas elpiji tidak terus berlanjut dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa gangguan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here