
Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (16/8), pembalap tim pabrikan Aprilia ini mengalami kecelakaan di awal sesi ketika melakukan out-lap di tikungan kedua terakhir.
Meskipun kecelakaan itu terjadi dalam kecepatan tinggi, Martin beruntung tidak mengalami cedera. Namun, ia harus menyelesaikan latihan dengan hanya menggunakan satu motor RS-GP. Kondisi itu membuatnya kesulitan untuk bersaing dalam catatan waktu.
Martin akhirnya menutup sesi latihan di posisi ke-16 dan gagal meraih tiket langsung menuju Q2. Insiden tersebut menjadi kecelakaan pertamanya sejak pulih dari cedera, sekaligus yang pertama sepanjang musim ini saat membela Aprilia.
Dalam keterangannya, Martin mengungkapkan bahwa insiden tersebut berdampak signifikan terhadap performanya.
Martin juga merasa kesulitan melakukan pengereman keras dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali memahami karakter motor. Meski begitu, ia yakin potensinya bersama motor Aprilia masih bisa ditingkatkan.
"Saya berharap bersama tim, kami bisa menemukan solusi agar bisa melangkah lebih maju pada Sabtu," ujar Jorge Martin.
Menurutnya, sesi latihan selanjutnya akan sangat menentukan untuk menentukan arah performa di kualifikasi.
Sementara itu, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, juga mengalami hari yang berat. Pembalap asal Italia tersebut hanya mampu finis di posisi ke-18 sehingga juga harus menghadapi sesi Q1 pada Sabtu pagi.
Bezzecchi menyebut kesalahan kecil dan perasaan kurang nyaman di atas motor sebagai kendala utama. Dari jajaran pembalap Aprilia, hanya Raul Fernandez dari tim Trackhouse yang mampu menembus posisi sepuluh besar dengan catatan waktu kelima.
Kondisi ini menegaskan bahwa Red Bull Ring bukanlah lintasan yang bersahabat untuk Aprilia, meski Aleix Espargaro sempat meraih podium sprint di sirkuit tersebut pada musim lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar