Ini Alasan Motor Jarang Digunakan Tetap Perlu Ganti Oli Berkala - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 17 Agustus 2025

Ini Alasan Motor Jarang Digunakan Tetap Perlu Ganti Oli Berkala

Featured Image

Pentingnya Ganti Oli Mesin pada Motor yang Jarang Digunakan

Banyak orang mengira bahwa motor yang jarang digunakan tidak memerlukan perawatan intensif, termasuk pergantian oli mesin. Namun, fakta yang sebenarnya menunjukkan bahwa motor yang jarang dipakai juga membutuhkan perawatan rutin, terutama dalam hal penggantian oli mesin. Hal ini penting untuk menjaga kinerja dan umur mesin motor.

Oli mesin memiliki peran penting dalam melindungi komponen mesin dari gesekan dan panas berlebih. Namun, jika motor tidak digunakan secara rutin, oli mesin bisa mengalami kerusakan akibat berbagai faktor eksternal. Salah satu penyebab utamanya adalah kelembapan di udara. Air yang ada di lingkungan dapat masuk ke dalam mesin dan menjadi kontaminan yang merusak sifat oli mesin.

Menurut Shofwatuzzaki, Head Of Technical Shell Indonesia, saat motor berhenti bekerja, terdapat risiko tinggi terhadap kerusakan oli mesin. Ia menjelaskan bahwa pada mesin 4-tak, terdapat dua klep yaitu klep intake (masuk) dan klep exhaust (buang). Saat mesin dimatikan, salah satu klep ini bisa terbuka, sehingga menyisipkan celah bagi udara masuk ke dalam mesin.

"Ketika udara masuk ke dalam mesin, akan terjadi proses sublimasi, yang menghasilkan air," jelas Zakki. Air hasil sublimasi ini kemudian bisa bercampur dengan oli mesin, sehingga mengurangi kemampuan oli dalam melindungi mesin. Jika jumlah air cukup besar, maka properti oli mesin akan rusak dan tidak lagi efektif.

Maka dari itu, meskipun motor jarang digunakan, penggantian oli mesin tetap diperlukan agar mesin tetap dalam kondisi optimal. Namun, waktu pergantian oli pada motor yang jarang digunakan lebih lama dibandingkan motor yang sering digunakan. Misalnya, untuk motor yang digunakan setiap hari, disarankan mengganti oli mesin setiap 2.000 km atau 2 bulan sekali. Sementara itu, untuk motor yang jarang dipakai, interval penggantian oli bisa mencapai 6 bulan sekali.

Meskipun intervalnya lebih panjang, pemilik motor tetap harus memperhatikan kondisi oli mesin secara berkala. Terutama jika motor tidak digunakan selama beberapa bulan atau bahkan tahun. Pemeriksaan berkala dan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa oli mesin yang digunakan sesuai dengan spesifikasi mesin. Penggunaan oli yang tidak sesuai bisa mempercepat kerusakan mesin, terlepas dari seberapa sering motor digunakan.

Dengan demikian, meski motor jarang digunakan, tetapi tetap memerlukan perawatan yang tepat, termasuk pergantian oli mesin secara berkala. Dengan melakukan perawatan yang benar, motor akan tetap awet dan siap digunakan kapan saja tanpa mengalami gangguan serius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here