
Lewis Hamilton Mengaku Gagal dan Kritik Diri Sendiri Setelah Performa Buruk di GP Hungaria
Lewis Hamilton, pembalap asal Inggris yang kini membela tim Ferrari, menunjukkan kekecewaan yang sangat dalam setelah gagal tampil kompetitif pada sesi kualifikasi Grand Prix (GP) Hungaria 2025. Acara ini digelar di Sirkuit Hungaroring, Sabtu (2/8/2025) malam WIB. Hasil yang diraihnya hanya mampu menempatkan dirinya di posisi ke-12 dengan waktu tercepat yang tidak memadai untuk melaju ke sesi kualifikasi ketiga (Q3).
Hamilton secara terbuka menyampaikan penyesalan atas performanya yang tidak optimal. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak berguna bagi tim dan menyatakan bahwa kemungkinan besar tim akan mempertimbangkan penggantian pembalap. “Saya benar-benar tidak berguna. Tim ini tidak punya masalah apa pun, Leclerc bisa meraih pole position. Jadi mereka sepertinya harus mengganti pengemudi. Ini sudah jelas. Saya berkendara begitu buruk,” ujarnya.
Kegagalan tersebut bukanlah pertama kalinya bagi Hamilton. Sebelumnya, ia juga tampil kurang meyakinkan dalam GP Belgia. Di sirkuit Spa-Francorchamps, Hamilton hanya mampu melewati sesi kualifikasi pertama (Q1), meskipun berhasil bangkit dan finis di posisi ketujuh dalam balapan utama. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengatasi ketidakkonsistenannya sejak bergabung dengan Ferrari awal musim ini.
Ferrari telah melakukan berbagai peningkatan teknis pada mobil SF-25 yang dikendarai oleh Hamilton. Tim sempat merasa optimistis menjelang GP Hungaria, terutama setelah rekan setimnya, Charles Leclerc, menunjukkan performa luar biasa dengan merebut posisi start terdepan (pole position). Kontras antara performa Leclerc dan Hamilton memunculkan banyak pertanyaan tentang kemampuan Hamilton dalam beradaptasi dengan mobil baru.
Hingga pertengahan musim 2025, Hamilton belum sekalipun mencatatkan kemenangan bersama Ferrari. Hal ini menjadi sorotan karena ekspektasi publik terhadapnya sangat tinggi. Sebelumnya, Hamilton mendominasi era turbo hybrid bersama Mercedes, tetapi sejak pindah ke Ferrari, performanya belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Performa Hamilton yang masih stagnan turut memberikan tekanan internal kepada tim, terutama mengingat Ferrari sedang bersaing ketat di klasemen konstruktor. Tim membutuhkan konsistensi dari kedua pembalapnya, yaitu Hamilton dan Leclerc. Dengan hasil di GP Hungaria, peluang Hamilton untuk kembali bersaing di papan atas klasemen pembalap semakin berat.
Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi performa Hamilton antara lain kesulitan dalam beradaptasi dengan mobil baru, tekanan dari publik dan media, serta persaingan ketat dengan pembalap lain di kelas Formula 1. Meski demikian, Hamilton tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki performanya di seri-seri berikutnya. Tapi, dengan tren negatif yang terus berlangsung, pertanyaan besar tetap muncul tentang masa depannya di Ferrari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar