
Skandal Korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan: Motor Ducati sebagai Bukti Gratifikasi Tersembunyi
Dalam kasus korupsi yang menimpa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tidak hanya angka miliaran rupiah yang menjadi perhatian, tetapi juga satu hadiah mewah yang mencuri perhatian publik. Sebuah motor Ducati Scrambler berwarna biru metalik diberikan kepada Immanuel Ebenezer alias Noel, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, sebagai bagian dari gratifikasi terselubung.
Modus Halus dalam Pemintaan Hadiah
Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Setyo Budiyanto mengungkap cara unik yang digunakan Noel dalam meminta motor tersebut. Alih-alih terang-terangan, ia menggunakan pendekatan halus dengan bertanya:
“Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya cocoknya motor apa?”
Irvian Bobby Mahendro, yang dikenal sebagai pejabat paling kaya di Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3, langsung membelikan satu unit Ducati dan mengirimkannya ke rumah anak Noel. Motor tersebut dibeli secara off the road tanpa surat-surat resmi seperti BPKB dan STNK, yang menunjukkan indikasi kuat bahwa transaksi ini dilakukan untuk menyamarkan jejak korupsi.
Siapa Irvian Bobby Mahendro?
Irvian Bobby Mahendro menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemnaker periode 2022–2025. Ia dijuluki “Sultan Kemnaker” oleh Noel karena memiliki akses dana paling besar dalam lingkup Ditjen K3. Menurut KPK, Irvian menerima aliran dana pungli hingga Rp69 miliar, yang digunakan untuk membeli aset, kendaraan, dan hiburan pribadi.
Spesifikasi Ducati Scrambler Biru Noel
Motor yang disita KPK ini bukan sembarang moge. Ducati Scrambler dikenal sebagai motor bergaya retro-modern yang menggabungkan performa tinggi dengan estetika klasik. Berikut spesifikasinya:
Spesifikasi
- Model: Ducati Scrambler Icon
- Warna: Biru Metalik (custom)
- Mesin: 803cc L-Twin, Desmodromic, 2 katup per silinder
- Tenaga Maksimum: ±73 hp @ 8.250 rpm
- Torsi Maksimum: ±67 Nm @ 5.750 rpm
- Transmisi: Manual 6-percepatan
- Suspensi Depan: Kayaba 41 mm upside-down fork
- Suspensi Belakang: Monoshock adjustable preload
- Rem: ABS dual-channel, cakram depan 330 mm
- Harga Off the Road: ± Rp 390–420 juta (tanpa surat resmi)
Motor ini dibeli pada April 2025, namun hingga Agustus belum memiliki dokumen resmi. Plat nomor yang digunakan adalah B 2445 SUQ, yang diduga palsu.
Barang Bukti dan Penampakan Motor
KPK menyita total 22 kendaraan dalam kasus ini, termasuk 15 mobil dan 7 motor. Ducati biru milik Noel dipajang di Gedung Merah Putih KPK sebagai barang bukti utama. Motor tersebut ditemukan di rumah anak Noel dan menjadi simbol dari gaya hidup mewah yang dibungkus dalam praktik korupsi.
Konteks Kasus: Sertifikasi K3 dan Aliran Dana
Kasus ini berpusat pada dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemnaker. Selain motor Ducati, Noel diduga menerima uang tunai sebesar Rp3 miliar. Total ada 11 tersangka yang ditahan oleh KPK, termasuk pejabat tinggi dan pihak swasta.
Analisis: Mewahnya Gratifikasi, Ringkihnya Integritas
Pemberian motor Ducati bukan sekadar hadiah. Ia mencerminkan bagaimana gaya hidup mewah digunakan sebagai alat diplomasi gelap dalam birokrasi. Ducati Scrambler, yang seharusnya menjadi simbol kebebasan dan ekspresi urban, justru menjadi bukti kuat dalam OTT KPK. Kasus ini menunjukkan betapa rentannya integritas dalam sistem pemerintahan jika tidak diawasi dengan ketat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar