Cara Immanuel Ebenezer Dapat Ducati dari Uang Hasil Pemerasan: Motor Apa yang Cocok? - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 26 Agustus 2025

Cara Immanuel Ebenezer Dapat Ducati dari Uang Hasil Pemerasan: Motor Apa yang Cocok?

Featured Image

Kasus Pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan, Mantan Wakil Menteri Terlibat

Dalam kasus dugaan pemerasan yang terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, terlibat bersama sejumlah orang lainnya. Kasus ini mencakup dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dari pengungkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diketahui bahwa Immanuel menerima motor besar merek Ducati dari bawahannya, yang diduga berasal dari hasil pemerasan.

Pembelian Motor Tanpa Surat-surat

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa Immanuel pernah meminta motor kepada Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker. Percakapan itu terjadi sebelum Immanuel menerima satu unit kendaraan bermerek Ducati. Dalam percakapan tersebut, Immanuel menanyakan jenis motor yang cocok untuk dirinya, dan Irvian kemudian membelikan motor tersebut tanpa surat-surat kendaraan.

Menurut KPK, pembelian dilakukan secara off the road, yang diduga bertujuan untuk menyembunyikan transaksi. Selain motor, Immanuel juga disebut menerima uang sebesar Rp 3 miliar. Sejak Jumat (22/8/2025), KPK telah menahan seluruh tersangka selama 20 hari pertama, hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih.

Modus Pemerasan yang Terjadi

Modus pemerasan yang digunakan oleh para tersangka yaitu dengan menaikkan tarif permohonan mengurus sertifikasi K3 hingga 20 kali lipat. Dari tarif sertifikasi K3 yang sebesar Rp275 ribu, para pekerja atau buruh harus mengeluarkan biaya hingga Rp6 juta. Para tersangka mengancam pekerja untuk mempersulit pengurusan sertifikasi jika tidak membayar sesuai tarif yang mereka tetapkan.

Beberapa cara yang digunakan antara lain memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan sertifikasi K3 jika tidak membayar lebih. Dalam perkara ini, total aliran dana yang diterima para tersangka mencapai Rp81 miliar. Di antara para tersangka, Irvian Bobby Mahendro disebut menerima uang sebesar Rp69 miliar, sedangkan Immanuel Ebenezer menerima sebagian dari jumlah tersebut.

Perkembangan Kasus yang Terjadi

Kasus pemerasan ini diduga sudah berlangsung sejak tahun 2019. Hal ini diketahui dari banyaknya barang bukti yang diamankan oleh KPK. Barang bukti tersebut meliputi dokumen-dokumen penting serta uang tunai yang bernilai cukup tinggi. Dugaan ini semakin kuat karena adanya bukti-bukti yang menunjukkan aktivitas ilegal berulang dalam kurun waktu yang panjang.

Daftar Tersangka yang Terlibat

Sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel. Berikut adalah daftar lengkap tersangka:

  • Immanuel Ebenezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan
  • Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemenaker tahun 2022–2025
  • Gerry Adita Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker
  • Subhan, Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020–2025
  • Anitasari Kusumawati, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker
  • Fahrurozi, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker
  • Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker 2021–2025
  • Sekarsari Kartika Putri, Subkoordinator
  • Supriadi, Koordinator
  • Temurila, PT KEM Indonesia
  • Miki Mahfud, Pihak PT KEM Indonesia

Tindakan Hukum yang Dilakukan

Para tersangka dikenakan pasal 12 e atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka untuk menuntaskan kasus ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here