Alasan SPBU Tikah Mahakam Ulu Batasi Penjualan, Konsumen Kehilangan Kepercayaan - Detektif Motor

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 25 Agustus 2025

Alasan SPBU Tikah Mahakam Ulu Batasi Penjualan, Konsumen Kehilangan Kepercayaan

Alasan SPBU Tikah Mahakam Ulu Batasi Penjualan, Konsumen Kehilangan Kepercayaan

Ketersediaan BBM di SPBU Kampung Tikah Ujoh Bilang

Di kawasan Kampung Tikah, Ujoh Bilang, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sering mengalami kelangkaan BBM. Hal ini membuat warga khawatir terkait pengelolaan stok dan perbedaan harga yang signifikan antara SPBU dan penjual eceran.

Menurut Ben, Pengawas SPBU Tikah, kapasitas tangki BBM di setiap produk hanya sekitar 20 ton. Namun, untuk BBM Biosolar dan Dextalite biasanya hanya terisi 10-15 ton per tangki. Dengan jumlah konsumen yang semakin meningkat, stok tersebut sering habis dalam waktu sekitar satu minggu.

“Kalau normal, dengan banyaknya konsumen sekarang, stok 20 ton itu seminggu sudah habis. Itu pun karena kami batasi. Kalau dijual bebas sesuai jam kerja, bisa sampai dua minggu,” ujar Ben.

Alasan Tutup Lebih Cepat

Selain itu, SPBU sering tutup lebih cepat. Menurut Ben, alasan utamanya adalah agar BBM tidak habis terlalu cepat dan tetap tersedia untuk keesokan hari. Ia menjelaskan bahwa ada juga konsumen yang dikenal sebagai pengetap, sehingga pihak SPBU perlu berhati-hati dalam mengatur penjualan.

“Kami sengaja tutup lebih cepat kalau stok mulai menipis. Kalau tidak, bisa habis total. Apalagi ada juga konsumen yang kami kenal sebagai pengetap, jadi kami jaga-jaga,” tambahnya.

Perbedaan Harga BBM

Masalah lain yang sering dibicarakan oleh masyarakat adalah perbedaan harga BBM antara SPBU dan penjual eceran. Pihak SPBU menyatakan bahwa hal ini bukan kewenangan mereka. Mereka menegaskan bahwa SPBU resmi tidak memiliki izin untuk menjual BBM secara eceran.

“Jika masalah harga eceran, itu bukan ranah kami. Itu ranah pemerintah yang memberi izin. SPBU resmi tidak punya izin untuk menjual eceran,” jelas Ben.

Ia menambahkan bahwa harga eceran ditentukan oleh masing-masing penjual. “Jadi harga eceran itu tergantung penjualnya masing-masing, bukan ditentukan SPBU.”

Tantangan Pengelolaan BBM

Dari pengamatan yang dilakukan, ketersediaan BBM di SPBU Kampung Tikah menjadi isu penting yang memerlukan perhatian lebih dari pihak terkait. Keterbatasan kapasitas tangki, jumlah konsumen yang meningkat, serta adanya praktik pengetapan menunjukkan bahwa pengelolaan BBM di wilayah ini membutuhkan strategi yang lebih baik.

Beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Peningkatan kapasitas penyimpanan BBM.
  • Penerapan sistem pembelian yang lebih terstruktur.
  • Koordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan ketersediaan BBM yang cukup.

Selain itu, perlunya sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan penggunaan BBM di SPBU juga menjadi penting. Dengan demikian, kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan BBM secara bertanggung jawab dapat meningkat.

Kesimpulan

Permasalahan ketersediaan BBM di SPBU Kampung Tikah mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya energi di daerah. Meskipun SPBU telah berupaya membatasi penjualan agar BBM tidak habis terlalu cepat, masih diperlukan langkah-langkah lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, perlu adanya koordinasi antara SPBU dan pemerintah dalam mengatasi perbedaan harga yang terjadi antara SPBU dan penjual eceran. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan ketersediaan BBM di wilayah ini dapat lebih stabil dan merata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here