
Performa Mobil Red Bull Dianggap Masih Belum Stabil, Verstappen Kecewa di Sirkuit Silverstone
Max Verstappen kembali menyampaikan keluh kesahnya mengenai performa mobil Red Bull setelah menjalani sesi latihan Jumat pada Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. Pembalap juara dunia bertahan tersebut menilai hari itu sebagai "hari yang buruk", terutama karena masalah keseimbangan kendaraan dan kesulitan saat melibas tikungan dalam kondisi berangin.
Pada sesi latihan pertama (FP1), Verstappen hanya mampu mencatatkan waktu terbaik di posisi ke-10. Meskipun hasil sedikit membaik di FP2 dengan finis di urutan kelima, performa ini masih jauh dari harapan sang pembalap dan tim. Ia menekankan bahwa mobil terasa sangat sensitif terhadap angin, meskipun faktor cuaca tentunya juga menjadi tantangan bagi seluruh tim peserta balapan.
Verstappen tidak ragu menyebut bahwa secara keseluruhan, performa Red Bull belum memuaskan. Bahkan dibandingkan dengan tim lain seperti McLaren, Red Bull masih tertinggal cukup signifikan. Kondisi ini pun memicu spekulasi di paddock dan media tentang masa depan Verstappen bersama tim Austria tersebut. Rumor semakin santer bahwa ia bisa saja hengkang dan bergabung dengan Mercedes mulai musim 2026 mendatang.
Meski kontrak Verstappen dengan Red Bull masih berlaku hingga beberapa tahun ke depan, ketidakpastian tetap menjadi topik hangat. Bos tim Red Bull, Christian Horner, memberikan respons terhadap isu-isu yang beredar. Ia mengatakan bahwa situasi saat ini dirasa "cukup nyaman" baginya, namun tidak memberikan pernyataan pasti apakah Verstappen akan tetap bertahan atau tidak di masa depan.
Persiapan untuk Masa Depan: Pengembangan Tim dan Infrastruktur
Selain membahas rumor kepindahan pembalapnya, Horner turut menyinggung rencana strategis tim untuk tetap kompetitif dalam jangka panjang. Salah satu langkah besar yang tengah dilakukan adalah pembangunan terowongan angin baru, yang diperkirakan selesai dalam waktu 12 bulan ke depan. Fasilitas ini diharapkan akan menjadi salah satu alat utama dalam pengembangan aerodinamika mobil Red Bull di masa depan.
Selain infrastruktur fisik, struktur internal tim juga sedang diperkuat. Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa Red Bull tidak hanya mampu bersaing sengit dalam satu atau dua musim ke depan, tetapi juga menjadi tim dominan dalam beberapa musim mendatang.
Horner juga mengakui adanya masalah spesifik pada mobil RB20 mereka di Silverstone. Salah satunya adalah understeer yang cukup parah, terutama saat melintasi Tikungan 6 dan 7 yang berada di area yang sangat rentan terpengaruh oleh angin kencang. Menurutnya, hilangnya waktu tercepat banyak terjadi di sektor tersebut, sehingga menjadi fokus utama pengaturan mobil sepanjang malam sebelum sesi kualifikasi dan balapan.
Tantangan Besar di GP Inggris
Grand Prix Inggris kali ini menjadi titik evaluasi penting bagi Red Bull. Dominasi yang ditunjukkan oleh tim McLaren di musim ini, ditambah ketidakpastian hubungan antara tim dan pembalap andalan mereka, Max Verstappen, membuat tekanan semakin meningkat. Red Bull harus mampu bangkit dan menunjukkan bahwa mereka masih layak menjadi salah satu kekuatan utama di ajang Formula 1.
Dengan perkembangan teknologi, persaingan antar tim semakin ketat. Setiap detail pengaturan mobil, setiap inovasi teknis, dan stabilitas internal tim bisa menjadi penentu siapa yang akan mendominasi trek. Bagi Red Bull, akhir pekan di Silverstone bukan hanya soal hasil balapan, tapi juga ujian seberapa kuat mereka dapat mempertahankan fondasi dan ambisi besar mereka di dunia motorsport paling bergengsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar